<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO MNC Sky Vision Oversubscribed</title><description>Penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT  MNC Sky Vision Tbk mendapatkan respons positif dari investor, baik dari  dalam negeri maupun luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/29/278/655816/ipo-mnc-sky-vision-oversubscribed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/29/278/655816/ipo-mnc-sky-vision-oversubscribed"/><item><title>IPO MNC Sky Vision Oversubscribed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/29/278/655816/ipo-mnc-sky-vision-oversubscribed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/29/278/655816/ipo-mnc-sky-vision-oversubscribed</guid><pubDate>Jum'at 29 Juni 2012 09:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/29/278/655816/CbQdWdfRzn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MNC Tower (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/29/278/655816/CbQdWdfRzn.jpg</image><title>MNC Tower (Foto: Sindonews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT  MNC Sky Vision Tbk mendapatkan respons positif dari investor, baik dari  dalam negeri maupun luar negeri.  Tingginya minat investor terlihat  dari kelebihan permintaan (oversubscribed) pada masa penawaran awal  (bookbuilding). Direktur MNC Securities Susy Meilina mengatakan, dari  bookbuilding tercatat adanya kelebihan permintaan mendekati 4,5 kali.  &amp;ldquo;Minat investor, khususnya asing, sangat tinggi,&amp;rdquo; ungkap Susy kepada  wartawan di Jakarta kemarin. Sedangkan, harga saham perdana PT  MNC Sky Vision ditetapkan Rp1.520 per saham. Harga itu dinilai paling  tepat dan terbaik dari kisaran harga Rp1.460&amp;ndash;1.750 per saham. Dengan  jumlah saham yang akan dilepas sebanyak-banyaknya 1.412.776.000 atau  sekitar 20% dari modal ditempatkan,maka dana yang dihimpun dari IPO  diperkirakan Rp2,14 triliun. Seperti diketahui,penawaran umum saham  perdana MNC Sky Vision dilakukan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2012 dan  ditargetkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli  mendatang. Dalam IPO ini perusahaan menunjuk dua penjamin pelaksana  emisi (underwriter) yakni MNC Securities dan Danareksa Sekuritas. Susy  mengatakan, peminat saham perdana MNC Sky Vision meliputi perusahaan  asuransi, dana pensiun, perbankan, reksa dana, institusi lain, dan  perorangan. Tingginya permintaan menunjukkan adanya kepercayaan yang  kuat dari investor terhadap kinerja dan prospek  perusahaan.Roadshow penawaran saham dilakukan ke Singapura, Hong Kong,  London,dan Boston. Sementara, analis dari Reliance Securities Wilson  Sofan mengatakan, kelebihan permintaan terhadap saham perdana MNC Sky  Vision menunjukkan besarnya peminat investor dari dalam dan luar negeri  mengoleksi saham operator televisi berbayar terbesar di Indonesia  tersebut.&amp;rdquo;Investor memiliki anggapan MNC Sky Vision memiliki  kinerja dan outlook yang baik,&amp;rdquo;ujarnya. Dia mengatakan, MNC Sky Vision  merupakan perusahaan yang baik. Berdasarkan riset yang dilakukan  Reliance Securities, ada potensi lonjakan pertumbuhan alami return on  equity (ROE) pada 2015 sebesar 15%. ROE merupakan ukuran untuk melihat  kemampuan perusahaan dalam memberikan imbalan investasi kepada pemegang  saham keseluruhan. Seiring masih besarnya pasar televisi berbayar yang  belum tergarap dan target perseroan menambah kantor cabang baru pada  tahun ini, ada potensi pertumbuhan ratarata usaha perseroan per tahun  (CAGR) mencapai 39%. &amp;rdquo;Itulah sebabnya kami memprediksi akhir  tahun ini harga saham MNC Sky Vision di kisaran Rp2.275 per saham dengan  rekomendasi buy,&amp;rdquo;katanya. Saat ini MNC Sky Vision memiliki dua merek  televisi berlangganan terkemuka yakni Indovision dan Top TV, dan melalui  merek OkeVision. Melalui ketiga merek tersebut perseroan menawarkan  kepada pelanggan pilihan luas mencakup program televisi lokal dan  internasional yang disiarkan langsung ke rumah atau tempat usaha  pelanggan melalui transponder S-band dengan menggunakan satelit  Indostar-II. Direktur Utama MNC Sky Vision Bambang Rudijanto  Tanoesoedibjo sebelumnya mengatakan,sekitar 70% dana hasil IPO yang  diterima oleh perseroan akan digunakan untuk belanja modal (capital  expenditure/capex), antara lain membeli peralatan penyiaran seperti  dekoder dan antena. Sebanyak 20% untuk melunasi pinjaman dan 10% sebagai  modal kerja perusahaan. Pada tahun ini perseroan menargetkan  pendapatan dalam kisaran Rp2,3&amp;ndash;2,4 triliun dengan EBITDA Rp1 triliun.  Pada 2011 lalu perseroan membukukan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun. (gna) ( Hermansah/Koran SI) </description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT  MNC Sky Vision Tbk mendapatkan respons positif dari investor, baik dari  dalam negeri maupun luar negeri.  Tingginya minat investor terlihat  dari kelebihan permintaan (oversubscribed) pada masa penawaran awal  (bookbuilding). Direktur MNC Securities Susy Meilina mengatakan, dari  bookbuilding tercatat adanya kelebihan permintaan mendekati 4,5 kali.  &amp;ldquo;Minat investor, khususnya asing, sangat tinggi,&amp;rdquo; ungkap Susy kepada  wartawan di Jakarta kemarin. Sedangkan, harga saham perdana PT  MNC Sky Vision ditetapkan Rp1.520 per saham. Harga itu dinilai paling  tepat dan terbaik dari kisaran harga Rp1.460&amp;ndash;1.750 per saham. Dengan  jumlah saham yang akan dilepas sebanyak-banyaknya 1.412.776.000 atau  sekitar 20% dari modal ditempatkan,maka dana yang dihimpun dari IPO  diperkirakan Rp2,14 triliun. Seperti diketahui,penawaran umum saham  perdana MNC Sky Vision dilakukan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2012 dan  ditargetkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli  mendatang. Dalam IPO ini perusahaan menunjuk dua penjamin pelaksana  emisi (underwriter) yakni MNC Securities dan Danareksa Sekuritas. Susy  mengatakan, peminat saham perdana MNC Sky Vision meliputi perusahaan  asuransi, dana pensiun, perbankan, reksa dana, institusi lain, dan  perorangan. Tingginya permintaan menunjukkan adanya kepercayaan yang  kuat dari investor terhadap kinerja dan prospek  perusahaan.Roadshow penawaran saham dilakukan ke Singapura, Hong Kong,  London,dan Boston. Sementara, analis dari Reliance Securities Wilson  Sofan mengatakan, kelebihan permintaan terhadap saham perdana MNC Sky  Vision menunjukkan besarnya peminat investor dari dalam dan luar negeri  mengoleksi saham operator televisi berbayar terbesar di Indonesia  tersebut.&amp;rdquo;Investor memiliki anggapan MNC Sky Vision memiliki  kinerja dan outlook yang baik,&amp;rdquo;ujarnya. Dia mengatakan, MNC Sky Vision  merupakan perusahaan yang baik. Berdasarkan riset yang dilakukan  Reliance Securities, ada potensi lonjakan pertumbuhan alami return on  equity (ROE) pada 2015 sebesar 15%. ROE merupakan ukuran untuk melihat  kemampuan perusahaan dalam memberikan imbalan investasi kepada pemegang  saham keseluruhan. Seiring masih besarnya pasar televisi berbayar yang  belum tergarap dan target perseroan menambah kantor cabang baru pada  tahun ini, ada potensi pertumbuhan ratarata usaha perseroan per tahun  (CAGR) mencapai 39%. &amp;rdquo;Itulah sebabnya kami memprediksi akhir  tahun ini harga saham MNC Sky Vision di kisaran Rp2.275 per saham dengan  rekomendasi buy,&amp;rdquo;katanya. Saat ini MNC Sky Vision memiliki dua merek  televisi berlangganan terkemuka yakni Indovision dan Top TV, dan melalui  merek OkeVision. Melalui ketiga merek tersebut perseroan menawarkan  kepada pelanggan pilihan luas mencakup program televisi lokal dan  internasional yang disiarkan langsung ke rumah atau tempat usaha  pelanggan melalui transponder S-band dengan menggunakan satelit  Indostar-II. Direktur Utama MNC Sky Vision Bambang Rudijanto  Tanoesoedibjo sebelumnya mengatakan,sekitar 70% dana hasil IPO yang  diterima oleh perseroan akan digunakan untuk belanja modal (capital  expenditure/capex), antara lain membeli peralatan penyiaran seperti  dekoder dan antena. Sebanyak 20% untuk melunasi pinjaman dan 10% sebagai  modal kerja perusahaan. Pada tahun ini perseroan menargetkan  pendapatan dalam kisaran Rp2,3&amp;ndash;2,4 triliun dengan EBITDA Rp1 triliun.  Pada 2011 lalu perseroan membukukan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun. (gna) ( Hermansah/Koran SI) </content:encoded></item></channel></rss>
