<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Punya Potensi Kekurangan Beras</title><description>Peran pemerintah daerah yang dinilai kurang memberikan dukungan pada industri pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/30/320/656463/ri-punya-potensi-kekurangan-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/06/30/320/656463/ri-punya-potensi-kekurangan-beras"/><item><title>RI Punya Potensi Kekurangan Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/06/30/320/656463/ri-punya-potensi-kekurangan-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/06/30/320/656463/ri-punya-potensi-kekurangan-beras</guid><pubDate>Sabtu 30 Juni 2012 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/06/30/320/656463/AtkBHsBPnf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/06/30/320/656463/AtkBHsBPnf.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>LAMPUNG - Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan pangan. Oleh karena itu, Indonesia tidak akan kekurangan sumber ketahanan pangan. Meski demikian, Indonesia berpotensi kekurangan bahan makanan utama, beras.Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Suswono di acara Kebangkitan Penyuluhan Melalui Tekad dan Kerja Keras Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Empat Sukses Pembangunan Pertanian di Metro, Lampung, Sabtu (30/6/2012).Dia menambahkan, karena banyaknya ketersedian pangan di Indonesia, maka masyarakat tidak boleh bergantung dari impor negara lain. &quot;Jangan alasan kekurangan bahan pangan. Kalau beras mungkin, karena ada el nino, sehingga produksi tak menentu,&quot; tegas dia.Dia melanjutkan, semua itu dapat dicapai asal masyarakat mau berusaha untuk mengembangkan sumber-sumber pangan. &quot;Kita harus gali sumber pangan yang potensial,&quot; tambah dia.Selain itu, Suswono juga menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilai kurang memberikan dukungan pada industri pertanian. &quot;Banyak pemerintah daerah yang tidak peduli terhadap lahan pertanian yang dibiarkan terlantar,&amp;nbsp; ataupun tidak ditanami,&quot; jelas dia.Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan guna meningkatkan produksi dan produktifitas pangan. Kemudahan tersebut, antara lain subsidi pupuk, skim kredit, jaminan akan Harga Pokok Pembelian (HPP), dan pemberian ganti rugi jika terjadi gangguan saat panen. &quot;Dan juga dukungan dari lembaga keuangan perbankan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>LAMPUNG - Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan pangan. Oleh karena itu, Indonesia tidak akan kekurangan sumber ketahanan pangan. Meski demikian, Indonesia berpotensi kekurangan bahan makanan utama, beras.Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Suswono di acara Kebangkitan Penyuluhan Melalui Tekad dan Kerja Keras Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Empat Sukses Pembangunan Pertanian di Metro, Lampung, Sabtu (30/6/2012).Dia menambahkan, karena banyaknya ketersedian pangan di Indonesia, maka masyarakat tidak boleh bergantung dari impor negara lain. &quot;Jangan alasan kekurangan bahan pangan. Kalau beras mungkin, karena ada el nino, sehingga produksi tak menentu,&quot; tegas dia.Dia melanjutkan, semua itu dapat dicapai asal masyarakat mau berusaha untuk mengembangkan sumber-sumber pangan. &quot;Kita harus gali sumber pangan yang potensial,&quot; tambah dia.Selain itu, Suswono juga menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilai kurang memberikan dukungan pada industri pertanian. &quot;Banyak pemerintah daerah yang tidak peduli terhadap lahan pertanian yang dibiarkan terlantar,&amp;nbsp; ataupun tidak ditanami,&quot; jelas dia.Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan guna meningkatkan produksi dan produktifitas pangan. Kemudahan tersebut, antara lain subsidi pupuk, skim kredit, jaminan akan Harga Pokok Pembelian (HPP), dan pemberian ganti rugi jika terjadi gangguan saat panen. &quot;Dan juga dukungan dari lembaga keuangan perbankan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
