<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> &quot;Revisi PP JSS Tak Akan Ganggu Investasi&quot;</title><description>Bappenas optimistis, rencana pemerintah  untuk merevisi Peraturan Presiden terkait pembangunan JSS tidak akan berdampak buruk terhadap iklim investasi di  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/05/320/659261/revisi-pp-jss-tak-akan-ganggu-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/05/320/659261/revisi-pp-jss-tak-akan-ganggu-investasi"/><item><title> &quot;Revisi PP JSS Tak Akan Ganggu Investasi&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/05/320/659261/revisi-pp-jss-tak-akan-ganggu-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/05/320/659261/revisi-pp-jss-tak-akan-ganggu-investasi</guid><pubDate>Kamis 05 Juli 2012 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/05/320/659261/7Wtpnz0UOA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/05/320/659261/7Wtpnz0UOA.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>BANDUNG - Badan Perencanaaan Pembangunan (Bappenas) optimistis, rencana pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden terkait pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak akan berdampak buruk terhadap iklim investasi di Indonesia.&quot;Saya kira enggak berpengaruh ke investasi karena ini kan (pembangunan infrastruktur) yang lain jalan paling (terhambat) karena pembebasan tanah. Namun,&amp;nbsp; investasi yang lain jalan misalnya perluasan bandara, kereta api di Kaltim jadi tidak semuanya bermasalah,&quot; ungkap Wakil Menteri Bapenas Lukita Dinarsyah Tuwo, dalam Rapat Sosialisasi Kebijakan Pembangunan dengan Media Massa 2012, di Bandung, Kamis (5/7/2012).Menurut Lukita, proyek pengembangan jembatan Selat Sunda yang ditargetkan dapat beroperasi di 2025 serta menghabiskan dana sekira Rp225 triliun ini bukanlah proyek biasa dan berdampak besar bagi perekonomian negara. &quot;Kalau ini (JSS) proyek besar, jadi saya kira harus betul-betul kita dalami dan sepakati bersama,&quot; lanjut dia.Dalam proyek pembangunan JSS ini, Lukita menyebut bahwa rencana ini tidak hanya sekadar proyek pembangunan jembatan tetapi lebih besar dari itu adalah pengembangan kawasan antara Jawa dan Sumatera.&quot;Tentunya kalau kita perlu bicara juga tidak hanya membangun infrastruktur jalan, kita bangun semua. Kalau hanya jalan, pengembalian investasi lama, jadi kita kembangkan koridor di Jawa secara bersama-sama dengan Sumatera,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Badan Perencanaaan Pembangunan (Bappenas) optimistis, rencana pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden terkait pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak akan berdampak buruk terhadap iklim investasi di Indonesia.&quot;Saya kira enggak berpengaruh ke investasi karena ini kan (pembangunan infrastruktur) yang lain jalan paling (terhambat) karena pembebasan tanah. Namun,&amp;nbsp; investasi yang lain jalan misalnya perluasan bandara, kereta api di Kaltim jadi tidak semuanya bermasalah,&quot; ungkap Wakil Menteri Bapenas Lukita Dinarsyah Tuwo, dalam Rapat Sosialisasi Kebijakan Pembangunan dengan Media Massa 2012, di Bandung, Kamis (5/7/2012).Menurut Lukita, proyek pengembangan jembatan Selat Sunda yang ditargetkan dapat beroperasi di 2025 serta menghabiskan dana sekira Rp225 triliun ini bukanlah proyek biasa dan berdampak besar bagi perekonomian negara. &quot;Kalau ini (JSS) proyek besar, jadi saya kira harus betul-betul kita dalami dan sepakati bersama,&quot; lanjut dia.Dalam proyek pembangunan JSS ini, Lukita menyebut bahwa rencana ini tidak hanya sekadar proyek pembangunan jembatan tetapi lebih besar dari itu adalah pengembangan kawasan antara Jawa dan Sumatera.&quot;Tentunya kalau kita perlu bicara juga tidak hanya membangun infrastruktur jalan, kita bangun semua. Kalau hanya jalan, pengembalian investasi lama, jadi kita kembangkan koridor di Jawa secara bersama-sama dengan Sumatera,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
