<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghapusan Biaya Giling Padi Andalkan Subsidi APBN</title><description>Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Sistem Resi Gudang Syahrul  Sampurna Jaya mengatakan penghapusan biaya giling padi sebesar Rp75 per  kilogram (kg) akan mengandalkan subsidi dari APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660544/penghapusan-biaya-giling-padi-andalkan-subsidi-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660544/penghapusan-biaya-giling-padi-andalkan-subsidi-apbn"/><item><title>Penghapusan Biaya Giling Padi Andalkan Subsidi APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660544/penghapusan-biaya-giling-padi-andalkan-subsidi-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660544/penghapusan-biaya-giling-padi-andalkan-subsidi-apbn</guid><pubDate>Senin 09 Juli 2012 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/09/320/660544/8yegb33gGN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/09/320/660544/8yegb33gGN.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Sistem Resi Gudang (SRG) Syahrul Sampurna Jaya mengatakan penghapusan biaya giling padi sebesar Rp75 per kilogram (kg) akan mengandalkan subsidi dari APBN.&quot;Penghapusan biaya giling selama setahun itu tidak usah khawatir, kan nanti di ajukan Kementerian Perdagangan. Selanjutnya dibicarakan dengan komisi VI yang nantinya akan disubsidi,&quot; ungkap Syahrul saat dihubungi Okezone, Senin (9/7/2012).Syahrul mengungkapkan, bahwa pendapatan yang didapat dari biaya giling padi, khususnya beras pandan wangi tidak akan berkurang karena akan ada upaya subsidi dari pemerintah.&quot;Pak Gita (Menteri Perdagangan) pernah bilang kalau ini akan dibicarakan dengan komisi VI dalam waktu dekat,&quot; ujar Syahrul singkat.Syahrul juga menyebutkan, jika upaya penghapusan ongkos giling padi tidak dibarengi dengan subsidi, maka gudang yang menerapkan Sistem Resi Gudang akan sulit berkembang.&quot;Jika dari satu gudang mampu mengumpulkan dana sebesar Rp75 juta per bulan dari biaya giling dikalikan dengan jumlah SRG di beberapa provinsi itu sangat banyak jumlahnya, maka harus disubsidi,&quot; tutur Syahrul.Penghapusan biaya giling yang dikhususkan untuk padi pandan wangi karena pandan wangi memiliki nilai dagang yang mampu menembus pasar ekspor.&quot;Beras pandan wangi akan mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan nilai jual produk pangan Indonesia,&quot; ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Sistem Resi Gudang (SRG) Syahrul Sampurna Jaya mengatakan penghapusan biaya giling padi sebesar Rp75 per kilogram (kg) akan mengandalkan subsidi dari APBN.&quot;Penghapusan biaya giling selama setahun itu tidak usah khawatir, kan nanti di ajukan Kementerian Perdagangan. Selanjutnya dibicarakan dengan komisi VI yang nantinya akan disubsidi,&quot; ungkap Syahrul saat dihubungi Okezone, Senin (9/7/2012).Syahrul mengungkapkan, bahwa pendapatan yang didapat dari biaya giling padi, khususnya beras pandan wangi tidak akan berkurang karena akan ada upaya subsidi dari pemerintah.&quot;Pak Gita (Menteri Perdagangan) pernah bilang kalau ini akan dibicarakan dengan komisi VI dalam waktu dekat,&quot; ujar Syahrul singkat.Syahrul juga menyebutkan, jika upaya penghapusan ongkos giling padi tidak dibarengi dengan subsidi, maka gudang yang menerapkan Sistem Resi Gudang akan sulit berkembang.&quot;Jika dari satu gudang mampu mengumpulkan dana sebesar Rp75 juta per bulan dari biaya giling dikalikan dengan jumlah SRG di beberapa provinsi itu sangat banyak jumlahnya, maka harus disubsidi,&quot; tutur Syahrul.Penghapusan biaya giling yang dikhususkan untuk padi pandan wangi karena pandan wangi memiliki nilai dagang yang mampu menembus pasar ekspor.&quot;Beras pandan wangi akan mampu menembus pasar ekspor dan meningkatkan nilai jual produk pangan Indonesia,&quot; ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
