<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Rp3 T untuk Benahi Saluran Irigasi</title><description>Kementerian Pertanian (Kementan) membutuhkan dana sebesar Rp3 triliun untuk mendanai perbaikan infrastruktur dan pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660879/rp3-t-untuk-benahi-saluran-irigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660879/rp3-t-untuk-benahi-saluran-irigasi"/><item><title>  Rp3 T untuk Benahi Saluran Irigasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660879/rp3-t-untuk-benahi-saluran-irigasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/09/320/660879/rp3-t-untuk-benahi-saluran-irigasi</guid><pubDate>Senin 09 Juli 2012 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/09/320/660879/20cItiHzgK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/09/320/660879/20cItiHzgK.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: AFP)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) membutuhkan dana sebesar Rp3 triliun untuk mendanai perbaikan infrastruktur dan pertanian. Selain itu, terdapat kerusakan irigasi hingga 52 persen, di seluruh Indonesia.&amp;nbsp; &quot;Untuk perbaikan memang ada 52 persen, irigasi kita rusak, ini ada tanggung jawab kota, provinsi, kabupaten,&quot; kata Menteri Pertanian, Suswono, kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2012).Suswono menambahkan, data kerusakan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan survei di berbagai tempat. &quot;Setelah kita inventarisir, (kita tahu) dari apa kerusakan itu,&quot; tambah Suswono.Menurut dia, ada pembagian peran dalam mengurus hal tersebut. &quot;Tentu akan berbagi peran, kalau bagian primer dan sekundernya itu PU, Kementerian Pertanian bagian tersiernya itu kita. Jadi itu dana yang untuk upaya perbaikan itu sekira Rp3 triliun,&quot; ungkap Suswono.Suswono menegaskan, irigrasi adalah faktor utama untuk pertanian, namun jika mengandalkan perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah sangat lambat tanggapannya, karena itulah ia meminta pemerintah pusat untuk segera menanggapi.&quot;Intinya mau tidak mau irigasi menjadi prioritas mengingat kalau kita tunggu dari daerah responsnya lambat sekali kita melihat kebutuhan mendesk ya udahlah ditakel saja dari pusat,&quot; tutup Suswono.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) membutuhkan dana sebesar Rp3 triliun untuk mendanai perbaikan infrastruktur dan pertanian. Selain itu, terdapat kerusakan irigasi hingga 52 persen, di seluruh Indonesia.&amp;nbsp; &quot;Untuk perbaikan memang ada 52 persen, irigasi kita rusak, ini ada tanggung jawab kota, provinsi, kabupaten,&quot; kata Menteri Pertanian, Suswono, kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2012).Suswono menambahkan, data kerusakan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan survei di berbagai tempat. &quot;Setelah kita inventarisir, (kita tahu) dari apa kerusakan itu,&quot; tambah Suswono.Menurut dia, ada pembagian peran dalam mengurus hal tersebut. &quot;Tentu akan berbagi peran, kalau bagian primer dan sekundernya itu PU, Kementerian Pertanian bagian tersiernya itu kita. Jadi itu dana yang untuk upaya perbaikan itu sekira Rp3 triliun,&quot; ungkap Suswono.Suswono menegaskan, irigrasi adalah faktor utama untuk pertanian, namun jika mengandalkan perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah sangat lambat tanggapannya, karena itulah ia meminta pemerintah pusat untuk segera menanggapi.&quot;Intinya mau tidak mau irigasi menjadi prioritas mengingat kalau kita tunggu dari daerah responsnya lambat sekali kita melihat kebutuhan mendesk ya udahlah ditakel saja dari pusat,&quot; tutup Suswono.</content:encoded></item></channel></rss>
