<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kilang Baru Pertamina Diyakini Rampung 2018</title><description>Pemerintah mengaku optimis atas pembangunan dua kilang baru PT Pertamina  (Persero) yang mengalami relokasi dan ditagetkan selesai tahun 2018  walaupun belum menemukan lokasi yang pasti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/10/19/661508/kilang-baru-pertamina-diyakini-rampung-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/10/19/661508/kilang-baru-pertamina-diyakini-rampung-2018"/><item><title>Kilang Baru Pertamina Diyakini Rampung 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/10/19/661508/kilang-baru-pertamina-diyakini-rampung-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/10/19/661508/kilang-baru-pertamina-diyakini-rampung-2018</guid><pubDate>Selasa 10 Juli 2012 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/10/19/661508/0y8wtdaPr0.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/10/19/661508/0y8wtdaPr0.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengaku optimis atas pembangunan dua kilang baru PT Pertamina (Persero) yang mengalami relokasi dan ditagetkan selesai tahun 2018 walaupun belum menemukan lokasi yang pasti. &amp;ldquo;Kita minta 2018 tetap harus sudah selesai,&amp;rdquo; ungkap Dirjen Migas Evita H Legowo saat ditemui wartawan di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Selasa (10/7/2012). Namun, Evita yakin kilang yang semula dibangun di Balongan Jawa Barat dengan Kuwait Petrolium Corporation dan di Tuban Jawa Timur dengan Saudi Aramco Saudy Company Limited&amp;nbsp; akan selesai sesuai target.Menurut evita, pembangunan kilang tidak bisa ditunda karena terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik. Dia pun mengaku kementerian juga&amp;nbsp;sudah menargetkan fusibility study (FS) harus diselesaikan Pertamina.&amp;ldquo;Kita targetkan awal 2013 nanti,&amp;rdquo; tegas Evita.Evita mengaku pemindahan ini tidak berpengaruh pada pembicaraan yang sudah dilakukan pemerintah. Khusus untuk insentif Kuwait Petrolium misalnya Evita menyebut permintaan insentif yang banyak dan belum menemukan titik temu. &amp;ldquo;Permintaan mereka terlalu banyak Untuk insentif dengan Saudi Aramco masih menunggu joint study.&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, relokasi terpaksa dilakukan Pertamina di Balongan karena naiknya harga tanah di wilayah tersebut. Sementara Untuk Tuban, pembangunan kilang mengalami kekurangan luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mengaku optimis atas pembangunan dua kilang baru PT Pertamina (Persero) yang mengalami relokasi dan ditagetkan selesai tahun 2018 walaupun belum menemukan lokasi yang pasti. &amp;ldquo;Kita minta 2018 tetap harus sudah selesai,&amp;rdquo; ungkap Dirjen Migas Evita H Legowo saat ditemui wartawan di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Selasa (10/7/2012). Namun, Evita yakin kilang yang semula dibangun di Balongan Jawa Barat dengan Kuwait Petrolium Corporation dan di Tuban Jawa Timur dengan Saudi Aramco Saudy Company Limited&amp;nbsp; akan selesai sesuai target.Menurut evita, pembangunan kilang tidak bisa ditunda karena terkait kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik. Dia pun mengaku kementerian juga&amp;nbsp;sudah menargetkan fusibility study (FS) harus diselesaikan Pertamina.&amp;ldquo;Kita targetkan awal 2013 nanti,&amp;rdquo; tegas Evita.Evita mengaku pemindahan ini tidak berpengaruh pada pembicaraan yang sudah dilakukan pemerintah. Khusus untuk insentif Kuwait Petrolium misalnya Evita menyebut permintaan insentif yang banyak dan belum menemukan titik temu. &amp;ldquo;Permintaan mereka terlalu banyak Untuk insentif dengan Saudi Aramco masih menunggu joint study.&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, relokasi terpaksa dilakukan Pertamina di Balongan karena naiknya harga tanah di wilayah tersebut. Sementara Untuk Tuban, pembangunan kilang mengalami kekurangan luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
