<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ajukan 3 Skema Pendanaan Proyek dari World Bank</title><description>Pemerintah berencana untuk mengajukan tiga skema kerjasama dengan Bank Dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/12/20/662612/ri-ajukan-3-skema-pendanaan-proyek-dari-world-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/12/20/662612/ri-ajukan-3-skema-pendanaan-proyek-dari-world-bank"/><item><title>RI Ajukan 3 Skema Pendanaan Proyek dari World Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/12/20/662612/ri-ajukan-3-skema-pendanaan-proyek-dari-world-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/12/20/662612/ri-ajukan-3-skema-pendanaan-proyek-dari-world-bank</guid><pubDate>Kamis 12 Juli 2012 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/12/20/662612/fESwJRRY3l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Ekonomi Hatta Rajasa. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/12/20/662612/fESwJRRY3l.jpg</image><title>Menko Ekonomi Hatta Rajasa. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengajukan tiga skema kerjasama dengan Bank Dunia (World Bank). Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan kerja sama tersebut diajukan sehubungan dengan kedatangan Managing Director World Bank Sri Mulyani&quot;Kita mengajukan tiga hal kerjasama dengan World Bank (Bank Dunia),&quot; ungkapnya kala ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7/2012).Hatta melanjutkan tiga skema kerjasama tersebut adalah pertama, kerja sama dalam bidang percepatan pembangunan infrastruktur. &quot;Kalau sebelumnya World Bank suka frustasi untuk membebaskan lahan. Nah, sekarang kita percepat dengan undang-undang (UU) lahan yang baru. Sehingga ini satu hal yang mempercepat,&quot; paparnya.Kedua, kerjasama dalam bidang inklusi finansial (financial inclusion) dan perlindungan sosial (social protection), serta ketiga, skema baru pendanaan infrastruktur yang membutuhkan investasi besar.&quot;Misalkan ada pihak swasta yang hendak mengerjakan proyek, World Bank bisa mengeluarkan dana katakanlah sekira 20 persen dari total belanja. Nanti di-leverage oleh bank lain, dijadikan package, dan diberikan jaminan sebelum dikerjakan BUMN atau swasta,&quot; tuturnya.Dia menambahkan bahwa dengan adanya skema ketiga ini, maka pembiayaan infrastruktur tidak perlu lagi melalui proses sub loan agreement yang kerap memakan banyak waktu.&quot;Skema ini akan kita dalami, kalau tepat maka banyak proyek infrastruktur besar yang bisa dikerjakan swasta dengan pendanaan dari World Bank, yang di-leverage oleh bank tertentu dan kemudian diberikan jaminan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk mengajukan tiga skema kerjasama dengan Bank Dunia (World Bank). Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan kerja sama tersebut diajukan sehubungan dengan kedatangan Managing Director World Bank Sri Mulyani&quot;Kita mengajukan tiga hal kerjasama dengan World Bank (Bank Dunia),&quot; ungkapnya kala ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7/2012).Hatta melanjutkan tiga skema kerjasama tersebut adalah pertama, kerja sama dalam bidang percepatan pembangunan infrastruktur. &quot;Kalau sebelumnya World Bank suka frustasi untuk membebaskan lahan. Nah, sekarang kita percepat dengan undang-undang (UU) lahan yang baru. Sehingga ini satu hal yang mempercepat,&quot; paparnya.Kedua, kerjasama dalam bidang inklusi finansial (financial inclusion) dan perlindungan sosial (social protection), serta ketiga, skema baru pendanaan infrastruktur yang membutuhkan investasi besar.&quot;Misalkan ada pihak swasta yang hendak mengerjakan proyek, World Bank bisa mengeluarkan dana katakanlah sekira 20 persen dari total belanja. Nanti di-leverage oleh bank lain, dijadikan package, dan diberikan jaminan sebelum dikerjakan BUMN atau swasta,&quot; tuturnya.Dia menambahkan bahwa dengan adanya skema ketiga ini, maka pembiayaan infrastruktur tidak perlu lagi melalui proses sub loan agreement yang kerap memakan banyak waktu.&quot;Skema ini akan kita dalami, kalau tepat maka banyak proyek infrastruktur besar yang bisa dikerjakan swasta dengan pendanaan dari World Bank, yang di-leverage oleh bank tertentu dan kemudian diberikan jaminan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
