<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Juni-Agustus Pendongkrak Cadangan Devisa</title><description>Kondisi dunia saat ini dinilai sedang tidak menentu. Hampir di seluruh negara mengalami pelambatan ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/13/20/662978/ekspor-juni-agustus-pendongkrak-cadangan-devisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/13/20/662978/ekspor-juni-agustus-pendongkrak-cadangan-devisa"/><item><title>Ekspor Juni-Agustus Pendongkrak Cadangan Devisa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/13/20/662978/ekspor-juni-agustus-pendongkrak-cadangan-devisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/13/20/662978/ekspor-juni-agustus-pendongkrak-cadangan-devisa</guid><pubDate>Jum'at 13 Juli 2012 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/13/20/662978/JTCwLIPFnh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/13/20/662978/JTCwLIPFnh.jpg</image><title>Ilustrasi: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Kondisi dunia saat ini dinilai sedang tidak menentu. Hampir di seluruh negara mengalami pelambatan ekspor. &quot;Pertumbuhan ekspor growthnya mengecil. Itu terjadi di semua negara. Namun diperkirakan ekspor masih akan terus meningkat yang mampu menopang cadangan devisa,&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2012).Kendati demikian, Bayu meyakini penurunan cadangan devisa tersebut tidak akan berlangsung lama karena data menunjukan ekspor masih akan naik menjelang Juni sampai Agustus. &quot;Saya masih optimistis itu tidak akan berlanjut karena data menunjukan ekspor kita masih akan naik menjelang Juni sampai Agustus. Kalau ekspor kita naik maka devisa akan bertambah lagi,&quot; terang Bayu.Menurut BI, ada dua pilihan untuk menyikapi cadangan devisa yang menurun. Pertama ekspor terus digenjot untuk menyikapi penurunan itu, atau dengan melakukan konsolidasi.&quot;Bank Indonesia membuat rentang yang cukup lebar terkait cadangan devisa, sisi optimisnya ekspor kita akan naik dan impor masih berada di bahan baku dan bahan penolong,&quot; tutur Bayu.Bayu berharap pemenuhan impor akan kebutuhan dalam negeri diharapkan bisa diminimalisir.&quot;Impor saya harap masih bisa dikurangi. Industri makanan dan olahan pada Mei sudah ada stok menghadapi Ramadan dan Lebaran setelah itu selesai. Jadi tidak terlalu dipengaruhi impor,&quot; tutur Bayu.Menurut dia, Bayu optimistis, sampai kuartal satu lalu ekspor masih akan tumbuh dan menekan laju impor sampai lima hingga enam bulan ke depan. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi dunia saat ini dinilai sedang tidak menentu. Hampir di seluruh negara mengalami pelambatan ekspor. &quot;Pertumbuhan ekspor growthnya mengecil. Itu terjadi di semua negara. Namun diperkirakan ekspor masih akan terus meningkat yang mampu menopang cadangan devisa,&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2012).Kendati demikian, Bayu meyakini penurunan cadangan devisa tersebut tidak akan berlangsung lama karena data menunjukan ekspor masih akan naik menjelang Juni sampai Agustus. &quot;Saya masih optimistis itu tidak akan berlanjut karena data menunjukan ekspor kita masih akan naik menjelang Juni sampai Agustus. Kalau ekspor kita naik maka devisa akan bertambah lagi,&quot; terang Bayu.Menurut BI, ada dua pilihan untuk menyikapi cadangan devisa yang menurun. Pertama ekspor terus digenjot untuk menyikapi penurunan itu, atau dengan melakukan konsolidasi.&quot;Bank Indonesia membuat rentang yang cukup lebar terkait cadangan devisa, sisi optimisnya ekspor kita akan naik dan impor masih berada di bahan baku dan bahan penolong,&quot; tutur Bayu.Bayu berharap pemenuhan impor akan kebutuhan dalam negeri diharapkan bisa diminimalisir.&quot;Impor saya harap masih bisa dikurangi. Industri makanan dan olahan pada Mei sudah ada stok menghadapi Ramadan dan Lebaran setelah itu selesai. Jadi tidak terlalu dipengaruhi impor,&quot; tutur Bayu.Menurut dia, Bayu optimistis, sampai kuartal satu lalu ekspor masih akan tumbuh dan menekan laju impor sampai lima hingga enam bulan ke depan. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
