<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BUMN Korup karena Kurangnya Sistem Pengendalian Intern</title><description>Forum Indonesia untuk Transportasi Anggaran (FITRA) telah memaparkan 24  BUMN yang dinilai sebagai sarang korupsi dan merugikan negara. Hal ini  dikarenakan beberapa hal yang mendasari kerugian ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/16/278/663869/bumn-korup-karena-kurangnya-sistem-pengendalian-intern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/16/278/663869/bumn-korup-karena-kurangnya-sistem-pengendalian-intern"/><item><title>BUMN Korup karena Kurangnya Sistem Pengendalian Intern</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/16/278/663869/bumn-korup-karena-kurangnya-sistem-pengendalian-intern</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/16/278/663869/bumn-korup-karena-kurangnya-sistem-pengendalian-intern</guid><pubDate>Senin 16 Juli 2012 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/16/278/663869/HJgS3lywsc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/16/278/663869/HJgS3lywsc.jpg</image><title>Ilustrasi: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transportasi Anggaran (FITRA) telah memaparkan 24 BUMN yang dinilai sebagai sarang korupsi dan merugikan negara. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang mendasari kerugian ini.&quot;Kelemahan sistem pengendalian intern, terbagi menjadi tiga, sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, dima pencatatannya tidak akurat dan proses penyusunan laporan tidak sesuai ketentuan,&quot; ujar Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA Uchok Sky Khadafi dalam keterangan tertulis, Senin (17/7/2012)Ditambahkan Uchok, sistem pengendalian pelaksanaan anggaran juga menjadi sebab hilangnya potensi penerimaan negara dari sektor BUMN. &quot;Perencanaan tidak memadai, penyimpangan terhadap perundang-undangan bidang teknis tertentu, kebijakan yang tidak tepat dan penetapan kebijakan yang tidak tepat,&quot; tambahnya.Selain itu, kelemahan struktur pengendalian intern juga berpengaruh terhadap penyelenggaraan BUMN.&quot;Tidak memiliki SOP yang formal, tidak ada pemisahan tugas dan fungsi yan memadai,&quot; tandasnya.Sebelumnya, FITRA merilis 24 BUMN terkorup. Telkom menenmpati BUMN terkorup dan kemudian RNI, Jasa Marga, PT Bahana PUI dan PT PLN. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transportasi Anggaran (FITRA) telah memaparkan 24 BUMN yang dinilai sebagai sarang korupsi dan merugikan negara. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang mendasari kerugian ini.&quot;Kelemahan sistem pengendalian intern, terbagi menjadi tiga, sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, dima pencatatannya tidak akurat dan proses penyusunan laporan tidak sesuai ketentuan,&quot; ujar Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA Uchok Sky Khadafi dalam keterangan tertulis, Senin (17/7/2012)Ditambahkan Uchok, sistem pengendalian pelaksanaan anggaran juga menjadi sebab hilangnya potensi penerimaan negara dari sektor BUMN. &quot;Perencanaan tidak memadai, penyimpangan terhadap perundang-undangan bidang teknis tertentu, kebijakan yang tidak tepat dan penetapan kebijakan yang tidak tepat,&quot; tambahnya.Selain itu, kelemahan struktur pengendalian intern juga berpengaruh terhadap penyelenggaraan BUMN.&quot;Tidak memiliki SOP yang formal, tidak ada pemisahan tugas dan fungsi yan memadai,&quot; tandasnya.Sebelumnya, FITRA merilis 24 BUMN terkorup. Telkom menenmpati BUMN terkorup dan kemudian RNI, Jasa Marga, PT Bahana PUI dan PT PLN. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
