<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Merosot, RI Duduki Peringkat ke-59 Kondisi Logistik</title><description>Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, kondisi serta  efisiensi logistik di Indonesia sempat menduduki peringkat ke-79 di  seluruh dunia. Kemudian, peringkat itu naik menjadi posisi ke-59 pada  tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/23/320/667376/sempat-merosot-ri-duduki-peringkat-ke-59-kondisi-logistik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/23/320/667376/sempat-merosot-ri-duduki-peringkat-ke-59-kondisi-logistik"/><item><title>Sempat Merosot, RI Duduki Peringkat ke-59 Kondisi Logistik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/23/320/667376/sempat-merosot-ri-duduki-peringkat-ke-59-kondisi-logistik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/23/320/667376/sempat-merosot-ri-duduki-peringkat-ke-59-kondisi-logistik</guid><pubDate>Senin 23 Juli 2012 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/23/320/667376/vH3NsE5AI3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/23/320/667376/vH3NsE5AI3.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, kondisi serta efisiensi logistik di Indonesia sempat menduduki peringkat ke-79 di seluruh dunia. Kemudian, peringkat itu naik menjadi posisi ke-59 pada tahun ini.&quot;Tapi jangan lupa, ada perubahan kriterianya juga. Bahkan, kriterianya dinilai tidak adil bila dibandingkan dengan Singapura yang memiliki geografis yang berbeda. Singapura ada satu pelabuhan, kita ada 25 pelabuhan. Nah, efisiensi pelabuhan dipertanyakan. Sekarang belum maksimal,&quot; tegas Sekjen ALFI Gafeksi Yukki Nugrahawan Hanafi, di Jakarta, Senin (23/7/2012).Lebih lanjut Anwar mengatakan, jumlah kapasitas keluar masuk barang di pelabuhan saat ini adalah enam juta twentyfoot equivalent units (TEUs). Kapasitas, kata dia, biasanya bertambah sebanyak satu juta TEUs per tahun.Anwar menargetkan, jumlah itu bisa meningkat menjadi 9-10 juta TEUs di 2015 mendatang, atau bertepatan dengan AEC.Di sisi lain, Yukki mengatakan, kinerja ekspor Indonesia saat ini mengalami penurunan dibandingkan impornya yang justru naik.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, kondisi serta efisiensi logistik di Indonesia sempat menduduki peringkat ke-79 di seluruh dunia. Kemudian, peringkat itu naik menjadi posisi ke-59 pada tahun ini.&quot;Tapi jangan lupa, ada perubahan kriterianya juga. Bahkan, kriterianya dinilai tidak adil bila dibandingkan dengan Singapura yang memiliki geografis yang berbeda. Singapura ada satu pelabuhan, kita ada 25 pelabuhan. Nah, efisiensi pelabuhan dipertanyakan. Sekarang belum maksimal,&quot; tegas Sekjen ALFI Gafeksi Yukki Nugrahawan Hanafi, di Jakarta, Senin (23/7/2012).Lebih lanjut Anwar mengatakan, jumlah kapasitas keluar masuk barang di pelabuhan saat ini adalah enam juta twentyfoot equivalent units (TEUs). Kapasitas, kata dia, biasanya bertambah sebanyak satu juta TEUs per tahun.Anwar menargetkan, jumlah itu bisa meningkat menjadi 9-10 juta TEUs di 2015 mendatang, atau bertepatan dengan AEC.Di sisi lain, Yukki mengatakan, kinerja ekspor Indonesia saat ini mengalami penurunan dibandingkan impornya yang justru naik.</content:encoded></item></channel></rss>
