<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan Iskan Minta Sei Mengkei Dibatalkan jadi KEK</title><description>Terhambatnya program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatera Utara di yakini karena permasalahan lahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/24/320/667827/dahlan-iskan-minta-sei-mengkei-dibatalkan-jadi-kek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/24/320/667827/dahlan-iskan-minta-sei-mengkei-dibatalkan-jadi-kek"/><item><title>Dahlan Iskan Minta Sei Mengkei Dibatalkan jadi KEK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/24/320/667827/dahlan-iskan-minta-sei-mengkei-dibatalkan-jadi-kek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/24/320/667827/dahlan-iskan-minta-sei-mengkei-dibatalkan-jadi-kek</guid><pubDate>Selasa 24 Juli 2012 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/24/320/667827/4gfWqzQCZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/24/320/667827/4gfWqzQCZJ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Terhambatnya program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatera Utara di yakini karena permasalahan lahan. Oleh karena itu, KEK tersebut, diusulkan pindah.&quot;Sampai saat ini saja wujudnya juga masih tanah, kalau ada pilihan tempat lain ya dipindahkan saja, jangan di Sei Mangkei,&quot; ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/7/2012).Sebelumnya, Bupati Simalungun pernah menawarkan tanah di salah satu kabupaten seluas 100 hektare (ha) untuk digunakan sebagai lokasi KEK yang baru kepada Dahlan. &quot;Saat mendapatkan penawaran seperti itu, hari itu juga saya suruh PTPN III tinjau tanah itu,&quot; jelas dia.Namun, setelah ditinjau oleh PTPN III, ternyata tanah itu milik negara. Dahlan meyakini, pada dasarnya tanah negara tidak boleh dijadikan kawasan industri. &quot;Tidak boleh digunakan, itu kan tanah negara,&quot; katanya.Ketika ditanya terkait izin tanah di Sei Mangkei yang urung rampung, Dahlan dengan nada terbata-bata menyebutkan ada isu politik yang sedang beredar di kawasan tersebut, sehingga menyulitkan Bupati Simalungun mengeluarkan izin. &quot;Terakhir saya dengar kabar ada kabar dari tokoh-tokoh kawasan itu untuk memisahkan diri dari Simalungun untuk jadi kabupaten sendiri,&quot; jelas Dahlan.Akan tetapi, Dahlan menambahkan jika lokasinya dipindahkan maka peraturan presidennya juga harus diubah. &quot;Iya diubah semuanya. Bukan berarti tidak setuju, tapi kalau ada lokasi lain yang lebih bagus ya pindahkan saja,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Terhambatnya program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Sumatera Utara di yakini karena permasalahan lahan. Oleh karena itu, KEK tersebut, diusulkan pindah.&quot;Sampai saat ini saja wujudnya juga masih tanah, kalau ada pilihan tempat lain ya dipindahkan saja, jangan di Sei Mangkei,&quot; ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/7/2012).Sebelumnya, Bupati Simalungun pernah menawarkan tanah di salah satu kabupaten seluas 100 hektare (ha) untuk digunakan sebagai lokasi KEK yang baru kepada Dahlan. &quot;Saat mendapatkan penawaran seperti itu, hari itu juga saya suruh PTPN III tinjau tanah itu,&quot; jelas dia.Namun, setelah ditinjau oleh PTPN III, ternyata tanah itu milik negara. Dahlan meyakini, pada dasarnya tanah negara tidak boleh dijadikan kawasan industri. &quot;Tidak boleh digunakan, itu kan tanah negara,&quot; katanya.Ketika ditanya terkait izin tanah di Sei Mangkei yang urung rampung, Dahlan dengan nada terbata-bata menyebutkan ada isu politik yang sedang beredar di kawasan tersebut, sehingga menyulitkan Bupati Simalungun mengeluarkan izin. &quot;Terakhir saya dengar kabar ada kabar dari tokoh-tokoh kawasan itu untuk memisahkan diri dari Simalungun untuk jadi kabupaten sendiri,&quot; jelas Dahlan.Akan tetapi, Dahlan menambahkan jika lokasinya dipindahkan maka peraturan presidennya juga harus diubah. &quot;Iya diubah semuanya. Bukan berarti tidak setuju, tapi kalau ada lokasi lain yang lebih bagus ya pindahkan saja,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
