<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Lebih Berhati-hati Investasi di Luar Jawa</title><description>Pengembangan investasi di luar Pulau Jawa perlu dirangsang oleh  pemerintah. Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, seringkali para  investor lebih berhati-hati untuk melakukan investasi di luar Pulau  Jawa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/20/668668/investor-lebih-berhati-hati-investasi-di-luar-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/20/668668/investor-lebih-berhati-hati-investasi-di-luar-jawa"/><item><title>Investor Lebih Berhati-hati Investasi di Luar Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/20/668668/investor-lebih-berhati-hati-investasi-di-luar-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/20/668668/investor-lebih-berhati-hati-investasi-di-luar-jawa</guid><pubDate>Kamis 26 Juli 2012 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/26/20/668668/Vuo8jZznN5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/26/20/668668/Vuo8jZznN5.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Pengembangan investasi di luar Pulau Jawa perlu dirangsang oleh pemerintah. Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, seringkali para investor lebih berhati-hati untuk melakukan investasi di luar Pulau Jawa.&quot;Biasanya kalau investasi di luar Pulau Jawa jika bukan pemerintah yang mengadakan, orang tidak mau investasi. Karena investasi di luar Jawa pengembaliannya lebih lambat dibandingkan dengan investasi di Pulau Jawa,&quot; ungkapnya kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (26/7/2012).Aviliani melanjutkan, investasi tersebut awalnya harus dimasuki oleh kalangan pemerintah sehingga nantinya para pihak swasta pun akan tertarik untuk menanamkan investasinya di luar Pulau Jawa.&quot;Memang harus dimasuki oleh pemerintah dulu sehingga akan dibeli oleh swasta. Atau kalau enggak BUMN dulu nanti akan diikuti oleh swasta. Nah, ini yang tidak terjadi di kita,&quot; paparnya.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jika realisasi penanaman modal di luar Jawa pada kuartal II-2012 sebesar Rp34,7 triliun. Jumlah ini menurun Rp1,6 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp33,1 triliun.&quot;Penurunan tersebut karena investor beralih dari sektor pertambangan dan perkebunan ke sektor manufaktur,&quot; kata Kepala BKPM Chatib Basri.Menurut dia, turunnya harga komoditas membuat sektor-sektor tersebut beralih ke industri manufaktur. &quot;Namanya reverse effect. Kalau semua turun itu pindah ke manufaktur,&quot; imbuhnya.Sedangkan untuk investasi di Pulau Jawa tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp42,2 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp289 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembangan investasi di luar Pulau Jawa perlu dirangsang oleh pemerintah. Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, seringkali para investor lebih berhati-hati untuk melakukan investasi di luar Pulau Jawa.&quot;Biasanya kalau investasi di luar Pulau Jawa jika bukan pemerintah yang mengadakan, orang tidak mau investasi. Karena investasi di luar Jawa pengembaliannya lebih lambat dibandingkan dengan investasi di Pulau Jawa,&quot; ungkapnya kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (26/7/2012).Aviliani melanjutkan, investasi tersebut awalnya harus dimasuki oleh kalangan pemerintah sehingga nantinya para pihak swasta pun akan tertarik untuk menanamkan investasinya di luar Pulau Jawa.&quot;Memang harus dimasuki oleh pemerintah dulu sehingga akan dibeli oleh swasta. Atau kalau enggak BUMN dulu nanti akan diikuti oleh swasta. Nah, ini yang tidak terjadi di kita,&quot; paparnya.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jika realisasi penanaman modal di luar Jawa pada kuartal II-2012 sebesar Rp34,7 triliun. Jumlah ini menurun Rp1,6 triliun dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp33,1 triliun.&quot;Penurunan tersebut karena investor beralih dari sektor pertambangan dan perkebunan ke sektor manufaktur,&quot; kata Kepala BKPM Chatib Basri.Menurut dia, turunnya harga komoditas membuat sektor-sektor tersebut beralih ke industri manufaktur. &quot;Namanya reverse effect. Kalau semua turun itu pindah ke manufaktur,&quot; imbuhnya.Sedangkan untuk investasi di Pulau Jawa tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp42,2 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp289 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
