<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Tergetkan IPO November 2012</title><description>PT Waskita memperkirakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) bisa dilaksanakan pada awal November tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/320/669168/waskita-tergetkan-ipo-november-2012</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/320/669168/waskita-tergetkan-ipo-november-2012"/><item><title>Waskita Tergetkan IPO November 2012</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/320/669168/waskita-tergetkan-ipo-november-2012</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/26/320/669168/waskita-tergetkan-ipo-november-2012</guid><pubDate>Kamis 26 Juli 2012 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/26/320/669168/pi6SPZIWhg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/26/320/669168/pi6SPZIWhg.jpg</image><title>Ilustrasi: Corbis.</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;mdash; PT Waskita memperkirakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO)  bisa dilaksanakan pada awal November tahun ini. Realisasi tersebut  menunggu resminya perubahan status perseroan menjadi badan usaha milik  negara (BUMN).Saat ini, status Waskita Karya saat ini adalah  anak usaha PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untuk bisa IPO, kami  harus bisa kembali jadi BUMN 100 persen,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Waskita  Karya M Choliq di Jakarta, Kamis (26/7/2012).Untuk melepas  sebagian saham Waskita ke publik, status Waskita harus diubah dari anak  usaha PPA menjadi BUMN sepenuhnya. Menurut Choliq, perseroan masih  menunggu surat dari Kementerian Keuangan untuk menarik kembali saham  Waskita dari PPA.Dia berharap, surat keputusan (SK) dari  bendahara negara akan keluar pada pertengahan Agustus 2012, menyusul  setelahnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang perubahan status  tersebut.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kalau pertengahan Agustus sudah keluar, awal November kita  bisa IPO,&amp;rdquo; ujar Choliq.Sementara porsi saham yang akan dilepas  perseroan pada saat IPO, dia menyebut, sekitar 35 persen dengan target  dana segar antara Rp900 miliar-1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan  perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan  permodalan usaha perseroan.&amp;nbsp;Jika IPO sudah terlaksana pada tahun  ini, Choliq optimistis akan mendongkrak kinerja perseroan dan  meningkatkan kemampuan perseroan untuk meminjam dana ke perbankan.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;mdash; PT Waskita memperkirakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO)  bisa dilaksanakan pada awal November tahun ini. Realisasi tersebut  menunggu resminya perubahan status perseroan menjadi badan usaha milik  negara (BUMN).Saat ini, status Waskita Karya saat ini adalah  anak usaha PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untuk bisa IPO, kami  harus bisa kembali jadi BUMN 100 persen,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Waskita  Karya M Choliq di Jakarta, Kamis (26/7/2012).Untuk melepas  sebagian saham Waskita ke publik, status Waskita harus diubah dari anak  usaha PPA menjadi BUMN sepenuhnya. Menurut Choliq, perseroan masih  menunggu surat dari Kementerian Keuangan untuk menarik kembali saham  Waskita dari PPA.Dia berharap, surat keputusan (SK) dari  bendahara negara akan keluar pada pertengahan Agustus 2012, menyusul  setelahnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang perubahan status  tersebut.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kalau pertengahan Agustus sudah keluar, awal November kita  bisa IPO,&amp;rdquo; ujar Choliq.Sementara porsi saham yang akan dilepas  perseroan pada saat IPO, dia menyebut, sekitar 35 persen dengan target  dana segar antara Rp900 miliar-1 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan  perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan, terutama meningkatkan  permodalan usaha perseroan.&amp;nbsp;Jika IPO sudah terlaksana pada tahun  ini, Choliq optimistis akan mendongkrak kinerja perseroan dan  meningkatkan kemampuan perseroan untuk meminjam dana ke perbankan.</content:encoded></item></channel></rss>
