<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;RI Tak Seharusnya Bergantung Pada Impor&quot;</title><description>Indonesia seharusnya menjadi negara daulat pangan. Tetapi saat ini telah menjadi negara yang sangat bergantung pada negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/27/320/669547/ri-tak-seharusnya-bergantung-pada-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/27/320/669547/ri-tak-seharusnya-bergantung-pada-impor"/><item><title>&quot;RI Tak Seharusnya Bergantung Pada Impor&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/27/320/669547/ri-tak-seharusnya-bergantung-pada-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/27/320/669547/ri-tak-seharusnya-bergantung-pada-impor</guid><pubDate>Jum'at 27 Juli 2012 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/27/320/669547/1Z6U2EsjH6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/27/320/669547/1Z6U2EsjH6.jpg</image><title>Ilustrasi: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Indonesia seharusnya menjadi negara daulat pangan. Tetapi saat ini telah menjadi negara yang sangat bergantung pada negara lain.&quot;Enggak boleh kita lupakan adalah kondisi pangan kita terhubung erat dengan dunia sebagaimana sangat tergantung kita pada impor. Data FAO (Food Association Organization) menyebut produsi menurun dibanding konsumsi,&quot; kata Koordinator Nasional Aliansi Untuk Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko, dalam Dialog Interaktif, di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, Jumat (27/7/2012).Menurut Tejo, pangan adalah masalah yang penting karena menjadi kebutuhan bersama dan merupakan tonggak kehidupan bangsa.&quot;Ada masalah yang paling besar yakni kita lupa bahwa pangan itu sangat penting. Kita lupa pangan menjadi kebutuhan bersama seperti pada masa Soekarno,&quot; ungkap Tejo.Tejo menambahkan, seharusnya Indonesia menjadi negara yang berdaulat pada sektor pangan karena jika tetap impor produksi pangan lokal akan dipermainkan harganya.&quot;Harga itu tertekan karena ada impor kalau mau berdaulat pada pangan ya kita harus memperkecil impor,&quot; tambah Tejo.Tejo mengungkapkan, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang baik guna kedaulatan pangan Indonesia karena dulu RI dikenal sebagai negara maritim dan agraris.&quot;Negara yang tidak peduli pada petani dan nelaya adalah Indonesia sayang sekali kita negara agraris dan maritim tetapi tidak ada perhatian. Ini harus ada kebijakan yang radikal,&quot; tegas Tejo. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia seharusnya menjadi negara daulat pangan. Tetapi saat ini telah menjadi negara yang sangat bergantung pada negara lain.&quot;Enggak boleh kita lupakan adalah kondisi pangan kita terhubung erat dengan dunia sebagaimana sangat tergantung kita pada impor. Data FAO (Food Association Organization) menyebut produsi menurun dibanding konsumsi,&quot; kata Koordinator Nasional Aliansi Untuk Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko, dalam Dialog Interaktif, di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, Jumat (27/7/2012).Menurut Tejo, pangan adalah masalah yang penting karena menjadi kebutuhan bersama dan merupakan tonggak kehidupan bangsa.&quot;Ada masalah yang paling besar yakni kita lupa bahwa pangan itu sangat penting. Kita lupa pangan menjadi kebutuhan bersama seperti pada masa Soekarno,&quot; ungkap Tejo.Tejo menambahkan, seharusnya Indonesia menjadi negara yang berdaulat pada sektor pangan karena jika tetap impor produksi pangan lokal akan dipermainkan harganya.&quot;Harga itu tertekan karena ada impor kalau mau berdaulat pada pangan ya kita harus memperkecil impor,&quot; tambah Tejo.Tejo mengungkapkan, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang baik guna kedaulatan pangan Indonesia karena dulu RI dikenal sebagai negara maritim dan agraris.&quot;Negara yang tidak peduli pada petani dan nelaya adalah Indonesia sayang sekali kita negara agraris dan maritim tetapi tidak ada perhatian. Ini harus ada kebijakan yang radikal,&quot; tegas Tejo. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
