<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Dukungan Kemenkeu Minim Pada Renewable Energy</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tidak dapat memberikan dukung yang terlalu besar pada non-renewable energy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/31/19/671092/dukungan-kemenkeu-minim-pada-renewable-energy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/07/31/19/671092/dukungan-kemenkeu-minim-pada-renewable-energy"/><item><title> Dukungan Kemenkeu Minim Pada Renewable Energy</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/07/31/19/671092/dukungan-kemenkeu-minim-pada-renewable-energy</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/07/31/19/671092/dukungan-kemenkeu-minim-pada-renewable-energy</guid><pubDate>Selasa 31 Juli 2012 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Maesaroh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/07/31/19/671092/vKalgAkjgC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/07/31/19/671092/vKalgAkjgC.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tidak dapat memberikan dukung yang terlalu besar pada non-renewable energy. Pasalnya, Kemenkeu lebih pada insentif di energi baru terbarukan (renewable energy).&quot;Jadi kita memberikan dukungan kepada investasi-investasi lebih di renewable recources, tapi bentuk-bentuk yang dasar seperti bea masuk,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (31/7/2012).Menurutnya insentif tersebut, hanya yang biasa diberikan pada industri-industri yang ingin berinvestasi di Indonesia secara umum. &quot;Secara umum memang kalau terkait dengan non-renewable resources, itu lebih terbatas dukungannya ketimbang renewable recources,&quot; tutur dia. Menurut dia, dukungan memang diperlukan agar hilirisasi dalam sektor tambang di Indonesia dapat lebih maju. &quot;Kita meyakinkan bahwa kita menyampaikan pesan yang sama khususnya terkait hilirisasi pertambangan khususnya mineral,&quot; kata Agus.Menurut dia, Kemenkeu selalu menerima masukan dari Kementerian Lembaga (K/L) terkait proses hilirisasu tambang, dan aturan-aturan yang akan diberikan. &quot;Ini supaya kita bisa menjawab semua kebutuhan,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tidak dapat memberikan dukung yang terlalu besar pada non-renewable energy. Pasalnya, Kemenkeu lebih pada insentif di energi baru terbarukan (renewable energy).&quot;Jadi kita memberikan dukungan kepada investasi-investasi lebih di renewable recources, tapi bentuk-bentuk yang dasar seperti bea masuk,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (31/7/2012).Menurutnya insentif tersebut, hanya yang biasa diberikan pada industri-industri yang ingin berinvestasi di Indonesia secara umum. &quot;Secara umum memang kalau terkait dengan non-renewable resources, itu lebih terbatas dukungannya ketimbang renewable recources,&quot; tutur dia. Menurut dia, dukungan memang diperlukan agar hilirisasi dalam sektor tambang di Indonesia dapat lebih maju. &quot;Kita meyakinkan bahwa kita menyampaikan pesan yang sama khususnya terkait hilirisasi pertambangan khususnya mineral,&quot; kata Agus.Menurut dia, Kemenkeu selalu menerima masukan dari Kementerian Lembaga (K/L) terkait proses hilirisasu tambang, dan aturan-aturan yang akan diberikan. &quot;Ini supaya kita bisa menjawab semua kebutuhan,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
