<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Manufaktur Tumbuh karena Besarnya Permintaan Domestik&quot;</title><description>Sektor manufaktur khususnya sektor sedang dan besar di Indonesia  berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,8 persen.  Hal ini dikarenakan besarnya peluang sektor ini dikaitkan dengan  konsumsi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/06/20/673814/manufaktur-tumbuh-karena-besarnya-permintaan-domestik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/06/20/673814/manufaktur-tumbuh-karena-besarnya-permintaan-domestik"/><item><title>&quot;Manufaktur Tumbuh karena Besarnya Permintaan Domestik&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/06/20/673814/manufaktur-tumbuh-karena-besarnya-permintaan-domestik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/06/20/673814/manufaktur-tumbuh-karena-besarnya-permintaan-domestik</guid><pubDate>Senin 06 Agustus 2012 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/06/20/673814/EfB0U6IPt2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/06/20/673814/EfB0U6IPt2.jpg</image><title>Ilustrasi: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Sektor manufaktur khususnya sektor sedang dan besar di Indonesia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,8 persen. Hal ini dikarenakan besarnya peluang sektor ini dikaitkan dengan konsumsi masyarakat.&quot;Tinggginya konsumsi domestik membuat investor mantap menanamkan modalnya ke sektor manufaktur, pasarnya besar,&quot; ujar Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Erick A Suganda dihubungi Okezone, Senin (6/8/2012).Badan Pusat Statistik mencatat, angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2012 yang berada di angka 6,4 persen ditopang oleh tingginya investasi dan juga besarnya konsumsi rumah tangga. Meski begitu, angka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun diperkirakan tidak bergerak dari angka enam persen.Erick menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di 6,4 persen tergolong baik, karena inflasi year to date yang masih rendah di 2,5 persen. &quot;Di samping juga memang ekonomi Indonesia masih ditopang oleh tingginya konsumsi domestik dan investasi,&quot; tambah dia.Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2012 di angka 6,4 persen atau naik 2,8 persen dari kuartal satu di 6,3 persen. Penyumbangnya, investasi 12,3 persen, konsumsi rumah tangga lima persen, konsumsi peemrintah tujuh persen, ekspor 1,9 persen dan impor 10,9 persen. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor manufaktur khususnya sektor sedang dan besar di Indonesia berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,8 persen. Hal ini dikarenakan besarnya peluang sektor ini dikaitkan dengan konsumsi masyarakat.&quot;Tinggginya konsumsi domestik membuat investor mantap menanamkan modalnya ke sektor manufaktur, pasarnya besar,&quot; ujar Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Erick A Suganda dihubungi Okezone, Senin (6/8/2012).Badan Pusat Statistik mencatat, angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2012 yang berada di angka 6,4 persen ditopang oleh tingginya investasi dan juga besarnya konsumsi rumah tangga. Meski begitu, angka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun diperkirakan tidak bergerak dari angka enam persen.Erick menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di 6,4 persen tergolong baik, karena inflasi year to date yang masih rendah di 2,5 persen. &quot;Di samping juga memang ekonomi Indonesia masih ditopang oleh tingginya konsumsi domestik dan investasi,&quot; tambah dia.Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2012 di angka 6,4 persen atau naik 2,8 persen dari kuartal satu di 6,3 persen. Penyumbangnya, investasi 12,3 persen, konsumsi rumah tangga lima persen, konsumsi peemrintah tujuh persen, ekspor 1,9 persen dan impor 10,9 persen. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
