<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Bahaya Kalau Investasi Tumbuh, Infrastruktur Tidak&quot; </title><description>Tingginya nilai investasi harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/07/20/674231/bahaya-kalau-investasi-tumbuh-infrastruktur-tidak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/07/20/674231/bahaya-kalau-investasi-tumbuh-infrastruktur-tidak"/><item><title>&quot;Bahaya Kalau Investasi Tumbuh, Infrastruktur Tidak&quot; </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/07/20/674231/bahaya-kalau-investasi-tumbuh-infrastruktur-tidak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/07/20/674231/bahaya-kalau-investasi-tumbuh-infrastruktur-tidak</guid><pubDate>Selasa 07 Agustus 2012 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/07/20/674231/dxv6Do7dxU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/07/20/674231/dxv6Do7dxU.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2012 mencapai 6,4 persen. Pertumbuhan ekonomi ini, lebih tinggi dari prediksi yang menyatakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 6,1-6,3 persen.&quot;Ini akibat domestik demand (permintaan domestik) kita yang besar,&quot; kata ungkap pengamat ekonomi, Destry Damayanti di Jakarta, Senin, (6/8/2012) malam.Destry melanjutkan, meskipun pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, namun masih ada persoalan yaitu dari sisi infrastruktur. Menurut dia, tingginya nilai investasi harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang baik. &quot;Investasi tumbuh 12,2 persen, dan Ini bahaya kalau investasi tumbuh, infrastruktur tidak ada itu bahaya,&quot; paparnyaOleh karena itu, berbagai peraturan yang mendukung seperti Undang-Undang (UU) pertanahan harus segera diselesaikan. &quot;UU pertanahan itu harusnya benar-benar direalisasikan untuk mendukung infrastruktur. Karena akan berbahaya apabila investasi didorong tapi infrastruktur tidak ada,&quot; tukas dia.Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan-II 2012 tumbuh 6,4 persen. Angka itu naik dibanding triwulan I-2012 sebesar 6,3 persen.Secara nilai, besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2012 mencapai Rp2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama sebesar Rp650,6 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2012 mencapai 6,4 persen. Pertumbuhan ekonomi ini, lebih tinggi dari prediksi yang menyatakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 6,1-6,3 persen.&quot;Ini akibat domestik demand (permintaan domestik) kita yang besar,&quot; kata ungkap pengamat ekonomi, Destry Damayanti di Jakarta, Senin, (6/8/2012) malam.Destry melanjutkan, meskipun pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, namun masih ada persoalan yaitu dari sisi infrastruktur. Menurut dia, tingginya nilai investasi harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang baik. &quot;Investasi tumbuh 12,2 persen, dan Ini bahaya kalau investasi tumbuh, infrastruktur tidak ada itu bahaya,&quot; paparnyaOleh karena itu, berbagai peraturan yang mendukung seperti Undang-Undang (UU) pertanahan harus segera diselesaikan. &quot;UU pertanahan itu harusnya benar-benar direalisasikan untuk mendukung infrastruktur. Karena akan berbahaya apabila investasi didorong tapi infrastruktur tidak ada,&quot; tukas dia.Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan-II 2012 tumbuh 6,4 persen. Angka itu naik dibanding triwulan I-2012 sebesar 6,3 persen.Secara nilai, besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2012 mencapai Rp2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama sebesar Rp650,6 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
