<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Investasi Tak Sebanding dengan Saving</title><description>Bahkan simpanan (saving) pemeritah sebesar 32 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dinilai sangat rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/20/674996/investasi-tak-sebanding-dengan-saving</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/20/674996/investasi-tak-sebanding-dengan-saving"/><item><title> Investasi Tak Sebanding dengan Saving</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/20/674996/investasi-tak-sebanding-dengan-saving</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/20/674996/investasi-tak-sebanding-dengan-saving</guid><pubDate>Rabu 08 Agustus 2012 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/08/20/674996/fpItovgU0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/08/20/674996/fpItovgU0J.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik. Bahkan simpanan (saving) pemeritah sebesar 32 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dinilai sangat rendah. &quot;Saving kita hanya 32 persen dari GDP, sangat rendah. Ini bisa mengakibatkan ketersediaan dana menjadi rendah nantinya,&quot; ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Jakarta, Rabu (8/8/2012).Hatta menambahkan, saat ini Indonesia memang membutuhkan investasi yang besar. Pasalnya saat ini ketersediaan dana dalam negeri dari saving ini sangat rendah. &quot;Tidak ada ketersediaan dana, mengakibatkan kita memakai dana pinjaman. Jadi saving harus ditingkatkan,&quot; ujarnya.Menurutnya, investasi juga harus melihat kredit perbankan yang spread-nya sangat tinggi. &quot;Nah, harus menjaga juga agar pembiayaan untuk investasi pembiayaan untuk investasi itu tetap terjaga dengan bunga yang kompetitif,&quot; ujarnya.Lebih jauh Hatta mengatakan, pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat dimanfaatkan karena memiliki bunga yang rendah. &quot;Kurang dari tiga persen. Potensi-potensi besar kita ya cukup baik, dan perbankan-perbankan kita sehat,&quot; tukas Hatta.</description><content:encoded>JAKARTA - Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik. Bahkan simpanan (saving) pemeritah sebesar 32 persen dari Gross Domestic Product (GDP) dinilai sangat rendah. &quot;Saving kita hanya 32 persen dari GDP, sangat rendah. Ini bisa mengakibatkan ketersediaan dana menjadi rendah nantinya,&quot; ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Jakarta, Rabu (8/8/2012).Hatta menambahkan, saat ini Indonesia memang membutuhkan investasi yang besar. Pasalnya saat ini ketersediaan dana dalam negeri dari saving ini sangat rendah. &quot;Tidak ada ketersediaan dana, mengakibatkan kita memakai dana pinjaman. Jadi saving harus ditingkatkan,&quot; ujarnya.Menurutnya, investasi juga harus melihat kredit perbankan yang spread-nya sangat tinggi. &quot;Nah, harus menjaga juga agar pembiayaan untuk investasi pembiayaan untuk investasi itu tetap terjaga dengan bunga yang kompetitif,&quot; ujarnya.Lebih jauh Hatta mengatakan, pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat dimanfaatkan karena memiliki bunga yang rendah. &quot;Kurang dari tiga persen. Potensi-potensi besar kita ya cukup baik, dan perbankan-perbankan kita sehat,&quot; tukas Hatta.</content:encoded></item></channel></rss>
