<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan Iskan: Telkom Harusnya Asuransikan Satelitnya</title><description>Satelit Telkom-3 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan  pada Senin waktu setempat mengalami kekegagalan dan menghilang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/320/674772/dahlan-iskan-telkom-harusnya-asuransikan-satelitnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/320/674772/dahlan-iskan-telkom-harusnya-asuransikan-satelitnya"/><item><title>Dahlan Iskan: Telkom Harusnya Asuransikan Satelitnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/320/674772/dahlan-iskan-telkom-harusnya-asuransikan-satelitnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/08/320/674772/dahlan-iskan-telkom-harusnya-asuransikan-satelitnya</guid><pubDate>Rabu 08 Agustus 2012 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/08/320/674772/QwivobZa1m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo PT Telkom. (Foto: Situs Telkom)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/08/320/674772/QwivobZa1m.jpg</image><title>Logo PT Telkom. (Foto: Situs Telkom)</title></images><description>JAKARTA - Satelit Telkom-3 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada Senin waktu setempat mengalami kekegagalan dan menghilang. Peluncuran roket tersebut, menggunakan roket Proton-M milik pemerintah Rusia.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan Telkom-3, satelit milik Telkom yang hilang saat peluncuran, semestinya sudah diasuransikan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. &quot;Semestinya kegiatan seperti itu diasuransikan,&quot; ungkap Dahlan di Jakarta, Selasa (7/8/2012) malam.Dahlan mengaku telah menerima laporan dari Direktur Utama Telkom Arief Yahya terkait tiga satelit mereka yang hilang pada saat peluncuran. Namun, Dahlan tidak mau ambil pusing dan mencampuri permasalahan korporasi. &quot;Pokoknya saya enggak ikut urusan korporasi,&quot; tegasnya.Dia menambahakan, sebagai Menteri BUMN dia memberi kebebasan kepada korporasi yang berada di bawah Kementerian BUMN. &quot;Saya berikan kebebasan jadi saya tidak ikut nyampuri urusan mereka.&quot; tambahnya.Menurut Dahlan, seharusnya kegagalan peluncuran satelit ini sudah ada risiko yang bisa dihitung. Sehingga tampak siapa yang rugi dan siapa yang diuntungkan. &quot;Yang jelas rugi ya perusahaan satelitnya, kalau Telkom belum tentu,&quot; kata dia.Sekadar informasi, Roket tersebut membawa dua satelit telekomunikasi yaitu Telkom-3 dan Ekspress-MD2. Keduanya dikabarkan hilang setelah terjadi kegagalan pada tahap Briz-M.Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 transponder aktif, yang terdiri dari 24 transponder pada 36MHz Standar C-band, 8 transponder pada 54 C-band MHz dan 4 transponder pada 36 MHz, bersama dengan 6 transponder Ku Band pada 54 MHz.</description><content:encoded>JAKARTA - Satelit Telkom-3 yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan pada Senin waktu setempat mengalami kekegagalan dan menghilang. Peluncuran roket tersebut, menggunakan roket Proton-M milik pemerintah Rusia.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan Telkom-3, satelit milik Telkom yang hilang saat peluncuran, semestinya sudah diasuransikan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. &quot;Semestinya kegiatan seperti itu diasuransikan,&quot; ungkap Dahlan di Jakarta, Selasa (7/8/2012) malam.Dahlan mengaku telah menerima laporan dari Direktur Utama Telkom Arief Yahya terkait tiga satelit mereka yang hilang pada saat peluncuran. Namun, Dahlan tidak mau ambil pusing dan mencampuri permasalahan korporasi. &quot;Pokoknya saya enggak ikut urusan korporasi,&quot; tegasnya.Dia menambahakan, sebagai Menteri BUMN dia memberi kebebasan kepada korporasi yang berada di bawah Kementerian BUMN. &quot;Saya berikan kebebasan jadi saya tidak ikut nyampuri urusan mereka.&quot; tambahnya.Menurut Dahlan, seharusnya kegagalan peluncuran satelit ini sudah ada risiko yang bisa dihitung. Sehingga tampak siapa yang rugi dan siapa yang diuntungkan. &quot;Yang jelas rugi ya perusahaan satelitnya, kalau Telkom belum tentu,&quot; kata dia.Sekadar informasi, Roket tersebut membawa dua satelit telekomunikasi yaitu Telkom-3 dan Ekspress-MD2. Keduanya dikabarkan hilang setelah terjadi kegagalan pada tahap Briz-M.Satelit Telkom-3 memiliki kapasitas 42 transponder aktif, yang terdiri dari 24 transponder pada 36MHz Standar C-band, 8 transponder pada 54 C-band MHz dan 4 transponder pada 36 MHz, bersama dengan 6 transponder Ku Band pada 54 MHz.</content:encoded></item></channel></rss>
