<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  THR Tak Cukup, Utang dan Gadai Jadi Solusi Mudik</title><description>Mudik menjadi warna khas yang menjadi bagian dari cerita Lebaran setiap  tahunnya, terutama bagi para perantau yang jauh dari keluarga untuk  melanjutkan sekolah maupun mencari nafkah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/14/20/677407/thr-tak-cukup-utang-dan-gadai-jadi-solusi-mudik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/14/20/677407/thr-tak-cukup-utang-dan-gadai-jadi-solusi-mudik"/><item><title>  THR Tak Cukup, Utang dan Gadai Jadi Solusi Mudik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/14/20/677407/thr-tak-cukup-utang-dan-gadai-jadi-solusi-mudik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/14/20/677407/thr-tak-cukup-utang-dan-gadai-jadi-solusi-mudik</guid><pubDate>Selasa 14 Agustus 2012 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/14/20/677407/N09T2wKOc7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/14/20/677407/N09T2wKOc7.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Mudik menjadi warna khas yang menjadi bagian dari cerita Lebaran setiap tahunnya, terutama bagi para perantau yang jauh dari keluarga untuk melanjutkan sekolah maupun mencari nafkah. Keinginan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat di tempat asal, tak dapat dibayar murah. Tersedianya anggaran khusus mudik adalah penentu apakah keinginan untuk pulang ke kampung halaman dapat terlaksana. Hasil polling MNC Media Research menunjukkan, sebanyak 71 persen responden tidak mudik pada Lebaran tahun ini. 70 persen di antaranya mengaku karena tidak tidak ada biaya. &quot;Bagi responden yang memutuskan mudik, separuh dari mereka menganggarkan biaya mudik minimal dua kali lipat dari penghasilan keluarga per bulan. Dengan demikian, bagi sebagian responden, kehadiran THR tak cukup dapat diandalkan. Hutang dan gadai menjadi jalan keluar,&quot; ungkap riset tersebut, Selasa (14/8/2012).Di sisi lain, omzet PT Pegadaian selama bulan Ramadan tahun ini di seluruh daerah berkisar antara 15-40 persen. Demikian juga yang terjadi dengan transaksi kartu kredit. &quot;Telah terjadi peningkatan sebesar 10-20 persen,&quot; kata laporan tersebut. Sembilan kota yang di survey, hanya Surabaya, Semarang dan Jakarta yang lebih dari 30 persen respondennya beruntung dapat melakukan perjalanan mudik. Dari responden yang mampu mudik, lebih dari separuhnya memilih mobil pribadi sebagai moda transportasinya. &quot;Menggunakan kendaraan pribadi memang menjadi alternatif ampuh demi menghindari ongkos mudik yang naik. Apalagi, hampir separuh dari responden menyatakan tak percaya Pemerintah dapat mengendalikan harga tiket perjalanan,&quot; tukas riset tersebut.
---
Disclaimer
&amp;nbsp;
Profil  Responden
Responden yang terjaring dalam polling  adalah masyarakat kelas menengah.
Mayoritas berusia produktif (64,56%  berusia 17-45 tahun), tingkat pengeluaran per bulan lebih dari 2 juta per bulan  (54,16%), dan minimal tamat SMA (85,48 persen.
&amp;nbsp;
Metode  Polling
Polling melalui telepon dilakukan oleh  MNC Media Research pada 1 &amp;ndash; 7 Agustus 2012. Polling menjangkau&amp;nbsp; 875 responden  yang berusia 17 tahun keatas yang terpilih secara&amp;nbsp; acak sistematis melalui buku  telepon residensial terbaru, terbitan Telkom. Responden berdomisili di 9 kota di  Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, Samarinda, Balikpapan,  Makassar, Semarang dan Lampung. Jumlah responden di setiap kota ditentukan  secara proporsional. Tingkat kepercayaan 95%, dengan ambang kesalahan 3,31%.  Hasil polling tidak dimaksudkan sebagai representasi pendapat seluruh masyarakat  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Mudik menjadi warna khas yang menjadi bagian dari cerita Lebaran setiap tahunnya, terutama bagi para perantau yang jauh dari keluarga untuk melanjutkan sekolah maupun mencari nafkah. Keinginan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat di tempat asal, tak dapat dibayar murah. Tersedianya anggaran khusus mudik adalah penentu apakah keinginan untuk pulang ke kampung halaman dapat terlaksana. Hasil polling MNC Media Research menunjukkan, sebanyak 71 persen responden tidak mudik pada Lebaran tahun ini. 70 persen di antaranya mengaku karena tidak tidak ada biaya. &quot;Bagi responden yang memutuskan mudik, separuh dari mereka menganggarkan biaya mudik minimal dua kali lipat dari penghasilan keluarga per bulan. Dengan demikian, bagi sebagian responden, kehadiran THR tak cukup dapat diandalkan. Hutang dan gadai menjadi jalan keluar,&quot; ungkap riset tersebut, Selasa (14/8/2012).Di sisi lain, omzet PT Pegadaian selama bulan Ramadan tahun ini di seluruh daerah berkisar antara 15-40 persen. Demikian juga yang terjadi dengan transaksi kartu kredit. &quot;Telah terjadi peningkatan sebesar 10-20 persen,&quot; kata laporan tersebut. Sembilan kota yang di survey, hanya Surabaya, Semarang dan Jakarta yang lebih dari 30 persen respondennya beruntung dapat melakukan perjalanan mudik. Dari responden yang mampu mudik, lebih dari separuhnya memilih mobil pribadi sebagai moda transportasinya. &quot;Menggunakan kendaraan pribadi memang menjadi alternatif ampuh demi menghindari ongkos mudik yang naik. Apalagi, hampir separuh dari responden menyatakan tak percaya Pemerintah dapat mengendalikan harga tiket perjalanan,&quot; tukas riset tersebut.
---
Disclaimer
&amp;nbsp;
Profil  Responden
Responden yang terjaring dalam polling  adalah masyarakat kelas menengah.
Mayoritas berusia produktif (64,56%  berusia 17-45 tahun), tingkat pengeluaran per bulan lebih dari 2 juta per bulan  (54,16%), dan minimal tamat SMA (85,48 persen.
&amp;nbsp;
Metode  Polling
Polling melalui telepon dilakukan oleh  MNC Media Research pada 1 &amp;ndash; 7 Agustus 2012. Polling menjangkau&amp;nbsp; 875 responden  yang berusia 17 tahun keatas yang terpilih secara&amp;nbsp; acak sistematis melalui buku  telepon residensial terbaru, terbitan Telkom. Responden berdomisili di 9 kota di  Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, Samarinda, Balikpapan,  Makassar, Semarang dan Lampung. Jumlah responden di setiap kota ditentukan  secara proporsional. Tingkat kepercayaan 95%, dengan ambang kesalahan 3,31%.  Hasil polling tidak dimaksudkan sebagai representasi pendapat seluruh masyarakat  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
