<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Investasi Masih Belum Optimal Bagi Pertumbuhan Ekonomi</title><description>Adapun investasi disebut belum memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/24/20/680123/investasi-masih-belum-optimal-bagi-pertumbuhan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/24/20/680123/investasi-masih-belum-optimal-bagi-pertumbuhan-ekonomi"/><item><title> Investasi Masih Belum Optimal Bagi Pertumbuhan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/24/20/680123/investasi-masih-belum-optimal-bagi-pertumbuhan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/24/20/680123/investasi-masih-belum-optimal-bagi-pertumbuhan-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 24 Agustus 2012 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/23/20/680123/G1GIvZq8FB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/23/20/680123/G1GIvZq8FB.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dinilai belum optimal dalam meningkatkan investasi bagi pertumbuhan ekonomi. Adapun investasi disebut belum memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.&quot;Peningkatan kontribusi investasi belum optimal bagi pertumbuhan ekonomi,&quot; ujar pengamat ekonomi Latief Adam, saat dihubungi Okezone, Jumat (24/8/2012).Latief mengatakan, kendala tersebut dikarenakan adanya jeda waktu (time lag) yang datang dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan investasi.&quot;Ini dikarenakan dari izin investasi yang belum dapat mengoptimalkan investor untuk bisa berinvestasi di Indonesia,&quot; ujar Latief.Di sisi lain, lanjut dia, perlu memperhatikan dua hal lainnya. Pertama melihat fundamental-fundamental makro, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDM) yang kalah jauh dari asing.&quot;Kedua, insentif, yang menciptakan sistem yang lebih insentif dari fiskal dan nonfiskal untuk memudahkan para investor,&quot; pungkas Latief Adam.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dinilai belum optimal dalam meningkatkan investasi bagi pertumbuhan ekonomi. Adapun investasi disebut belum memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi tersebut.&quot;Peningkatan kontribusi investasi belum optimal bagi pertumbuhan ekonomi,&quot; ujar pengamat ekonomi Latief Adam, saat dihubungi Okezone, Jumat (24/8/2012).Latief mengatakan, kendala tersebut dikarenakan adanya jeda waktu (time lag) yang datang dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan investasi.&quot;Ini dikarenakan dari izin investasi yang belum dapat mengoptimalkan investor untuk bisa berinvestasi di Indonesia,&quot; ujar Latief.Di sisi lain, lanjut dia, perlu memperhatikan dua hal lainnya. Pertama melihat fundamental-fundamental makro, infrastruktur, dan sumber daya alam (SDM) yang kalah jauh dari asing.&quot;Kedua, insentif, yang menciptakan sistem yang lebih insentif dari fiskal dan nonfiskal untuk memudahkan para investor,&quot; pungkas Latief Adam.</content:encoded></item></channel></rss>
