<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berstatus Credit Watch, BTEL Tetap Pede Saham Barunya Terserap</title><description>PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) meyakini jika penerbitan saham baru tanpa  hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) yang dikeluarkannya laku  terjual.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/28/278/681626/berstatus-credit-watch-btel-tetap-pede-saham-barunya-terserap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/28/278/681626/berstatus-credit-watch-btel-tetap-pede-saham-barunya-terserap"/><item><title>Berstatus Credit Watch, BTEL Tetap Pede Saham Barunya Terserap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/28/278/681626/berstatus-credit-watch-btel-tetap-pede-saham-barunya-terserap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/28/278/681626/berstatus-credit-watch-btel-tetap-pede-saham-barunya-terserap</guid><pubDate>Selasa 28 Agustus 2012 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/28/278/681626/gKQZz4Fisa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/28/278/681626/gKQZz4Fisa.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) meyakini jika penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) yang dikeluarkannya laku terjual. Padahal, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat BB dengan status credit watch berimplikasi negatif kepada perseroan.&quot;Penerbitan itu (non-HMETD) sudah mau selesai. Nanti selesainya di Jumat 31 Agustus. Jumat besok akan ada formal announcement-nya,&quot; ungkap Presiden Direktur BTEL Anindya Novyan Bakrie, saat dijumpai di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICF) 2012, di JCC, Jakarta, Selasa (28/8/2012).Anindya melanjutkan jika penjualan nonpreemptive right tersebut sudah laku terjual. Anak usaha Group Bakrie ini diketahui menerbitkan saham baru dengan skema non-HMETD sebanyak 2,85 miliar saham di harga Rp265 per saham.Dalam artian, dari penerbitan saham baru tersebut, perusahaan akan mendapatkan dana segar mencapai sekira Rp755 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) meyakini jika penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) yang dikeluarkannya laku terjual. Padahal, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat BB dengan status credit watch berimplikasi negatif kepada perseroan.&quot;Penerbitan itu (non-HMETD) sudah mau selesai. Nanti selesainya di Jumat 31 Agustus. Jumat besok akan ada formal announcement-nya,&quot; ungkap Presiden Direktur BTEL Anindya Novyan Bakrie, saat dijumpai di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICF) 2012, di JCC, Jakarta, Selasa (28/8/2012).Anindya melanjutkan jika penjualan nonpreemptive right tersebut sudah laku terjual. Anak usaha Group Bakrie ini diketahui menerbitkan saham baru dengan skema non-HMETD sebanyak 2,85 miliar saham di harga Rp265 per saham.Dalam artian, dari penerbitan saham baru tersebut, perusahaan akan mendapatkan dana segar mencapai sekira Rp755 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
