<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Ekonomi RI Belum Overheating</title><description>Anggapan berbagai pihak bahwa perekonomian Indonesia berpotensi untuk mengalami overheating ditangkis oleh BI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/31/20/683155/bi-ekonomi-ri-belum-overheating</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/08/31/20/683155/bi-ekonomi-ri-belum-overheating"/><item><title>BI: Ekonomi RI Belum Overheating</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/08/31/20/683155/bi-ekonomi-ri-belum-overheating</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/08/31/20/683155/bi-ekonomi-ri-belum-overheating</guid><pubDate>Jum'at 31 Agustus 2012 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/31/20/683155/8jugqg8acl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Darmin Nasution. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/31/20/683155/8jugqg8acl.jpg</image><title>Gubernur BI Darmin Nasution. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggapan berbagai pihak bahwa perekonomian Indonesia berpotensi untuk mengalami overheating ditangkis oleh Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Darmin Nasution menganggap bahwa perekonomian Indonesia tidak berpotensi mengalami overheating.&quot;Saya nilai tidak ada overheating dalam perekonomian kita. Di dalamnya ada keseimbangan internal,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku Bank Indonesia (BI)-ISEI &quot;Koordinasi dan Interaksi Kebijakan Fiskal-Moneter: Tantangan ke Depan&quot;, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).Darmin melanjutkan keseimbangan internal tersebut dilihat dari pertumbuhan perekonomian yang cenderung bagus, inflasi yang rendah, lalu diikuti dengan defisit fiskal yang rendah juga.&quot;Saya rasa hal-hal yang tadi itu merupakan indikator utama dari keseimbangan internal yang menyebabkan perekonomian kita tidak memiliki potensi untuk mengalami overheating,&quot; paparnya.Meski begitu, menurutnya, problem yang saat ini dihadapi oleh Indonesia yaitu struktur industri yang belum mampu menghadapi dinamika pergerakan perekonomian Indonesia.&quot;Industri kita sangat lemah dalam menghasilkan bahan baku dan modal sehingga ketika perekonomian tumbuh disitulah&amp;nbsp; permintaan akan impor menjadi besar. Kebetulan ekspor pun merosot dikarenakan perekonomian global yang cenderung berfluktuasi,&quot; tuturnya.Dia menilai bahwa hal itu akan menambah komplikasi dalam interaksi fiskal moneter dan pihak pemerintah dan semua pihak harus tahu bagaimana untuk memanajemeni agar semuanya berjalan dengan baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggapan berbagai pihak bahwa perekonomian Indonesia berpotensi untuk mengalami overheating ditangkis oleh Bank Indonesia (BI). Gubernur BI Darmin Nasution menganggap bahwa perekonomian Indonesia tidak berpotensi mengalami overheating.&quot;Saya nilai tidak ada overheating dalam perekonomian kita. Di dalamnya ada keseimbangan internal,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam acara Peluncuran dan Diskusi Buku Bank Indonesia (BI)-ISEI &quot;Koordinasi dan Interaksi Kebijakan Fiskal-Moneter: Tantangan ke Depan&quot;, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (31/8/2012).Darmin melanjutkan keseimbangan internal tersebut dilihat dari pertumbuhan perekonomian yang cenderung bagus, inflasi yang rendah, lalu diikuti dengan defisit fiskal yang rendah juga.&quot;Saya rasa hal-hal yang tadi itu merupakan indikator utama dari keseimbangan internal yang menyebabkan perekonomian kita tidak memiliki potensi untuk mengalami overheating,&quot; paparnya.Meski begitu, menurutnya, problem yang saat ini dihadapi oleh Indonesia yaitu struktur industri yang belum mampu menghadapi dinamika pergerakan perekonomian Indonesia.&quot;Industri kita sangat lemah dalam menghasilkan bahan baku dan modal sehingga ketika perekonomian tumbuh disitulah&amp;nbsp; permintaan akan impor menjadi besar. Kebetulan ekspor pun merosot dikarenakan perekonomian global yang cenderung berfluktuasi,&quot; tuturnya.Dia menilai bahwa hal itu akan menambah komplikasi dalam interaksi fiskal moneter dan pihak pemerintah dan semua pihak harus tahu bagaimana untuk memanajemeni agar semuanya berjalan dengan baik.</content:encoded></item></channel></rss>
