<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Investor Butuh Kepastian Izin Usaha Ritel</title><description>Tumpang tindih aturan dalam industri waralaba atau ritel, menyebabkan para investor asing ragu melakukan investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/03/320/684348/investor-butuh-kepastian-izin-usaha-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/03/320/684348/investor-butuh-kepastian-izin-usaha-ritel"/><item><title> Investor Butuh Kepastian Izin Usaha Ritel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/03/320/684348/investor-butuh-kepastian-izin-usaha-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/03/320/684348/investor-butuh-kepastian-izin-usaha-ritel</guid><pubDate>Senin 03 September 2012 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/03/320/684348/6LGQDk9hHu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/03/320/684348/6LGQDk9hHu.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Tumpang tindih aturan dalam industri waralaba atau ritel, menyebabkan para investor asing ragu melakukan investasi. Pasalnya, investor waralaba asing butuh kepercayaan dan kepastian mengenai aturan yang berkaitan dengan batasan-batasan waralaba sebelum memulai usahanya.Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Satria Hamid mengatakan industri ritel merupakan bisnis yang sangat berkembang di Indonesia. Namun kepastian izin diperlukan untuk memulai usahanya.&quot;Investor itu butuh kepercayaan mengenai apa saja aturan-aturannya sebelum memulai investasinya,&quot; kata dia usai halal bihalal Kemendag dan jajaran pejabat Eselon I, di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/9/2012).Satria mengaku, sebagai pebisnis di bidang ritel, upaya menjual produk-produknya sekreatif mungkin adalah sebagai suatu kebutuhan potensi pasar. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah memaklumi akan hal tersebut. &quot;Pemerintah harus melihat potensi pasar yang ada,&quot; tambahnya.Terkait dengan peraturan dan perizinan yang akan segera ditetapkan oleh pemerintah, Satria mengatakan bahwa para pengusaha ritel umumnya masih menunggu aturan waralaba tersebut sebelum kembali memulai usahanya. &quot;Kita pelajari dulu portofolionya, itu butuh penyesuaian lagi. Jangan sampai, nanti sudah mulai usaha terus dirombak lagi,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tumpang tindih aturan dalam industri waralaba atau ritel, menyebabkan para investor asing ragu melakukan investasi. Pasalnya, investor waralaba asing butuh kepercayaan dan kepastian mengenai aturan yang berkaitan dengan batasan-batasan waralaba sebelum memulai usahanya.Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Satria Hamid mengatakan industri ritel merupakan bisnis yang sangat berkembang di Indonesia. Namun kepastian izin diperlukan untuk memulai usahanya.&quot;Investor itu butuh kepercayaan mengenai apa saja aturan-aturannya sebelum memulai investasinya,&quot; kata dia usai halal bihalal Kemendag dan jajaran pejabat Eselon I, di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/9/2012).Satria mengaku, sebagai pebisnis di bidang ritel, upaya menjual produk-produknya sekreatif mungkin adalah sebagai suatu kebutuhan potensi pasar. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah memaklumi akan hal tersebut. &quot;Pemerintah harus melihat potensi pasar yang ada,&quot; tambahnya.Terkait dengan peraturan dan perizinan yang akan segera ditetapkan oleh pemerintah, Satria mengatakan bahwa para pengusaha ritel umumnya masih menunggu aturan waralaba tersebut sebelum kembali memulai usahanya. &quot;Kita pelajari dulu portofolionya, itu butuh penyesuaian lagi. Jangan sampai, nanti sudah mulai usaha terus dirombak lagi,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
