<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I-2012, Rupiah Melemah 5,1%</title><description>Sejak Januari hingga Agustus 2012, rata-rata nilai rupiah telah berada  dikisaran nilai Rp9.242 per dolar AS (ytd) atau melemah 5,1 persen  dibandingkan rata-rata di 2011 yang mencapai Rp8.768 per dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/278/685698/semester-i-2012-rupiah-melemah-5-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/278/685698/semester-i-2012-rupiah-melemah-5-1"/><item><title>Semester I-2012, Rupiah Melemah 5,1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/278/685698/semester-i-2012-rupiah-melemah-5-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/278/685698/semester-i-2012-rupiah-melemah-5-1</guid><pubDate>Rabu 05 September 2012 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dana Aditiasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/05/278/685698/LGDvlsFGzd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/05/278/685698/LGDvlsFGzd.JPG</image><title>Ilustrasi. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sejak Januari hingga Agustus 2012, rata-rata nilai rupiah telah berada dikisaran nilai Rp9.242 per dolar AS (ytd) atau melemah 5,1 persen dibandingkan rata-rata di 2011 yang mencapai Rp8.768 per dolar AS.&quot;Pergerakan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global. Terutama terkait penyelesaian krisis Eropa, serta tingginya kebutuhan valas untuk impor,&quot; tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin  Nasution saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).Tekanan pelemahan nilai tukar rupiah, lanjut Darmin, adalah akibat dari defisitnya neraca transaksi berjalan pada triwulan II-2012 yang mengalami defisit USD6,9 miliar (3,1 persen dari PDB) atau meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya USD3,2 miliar (1,5 persen dari PDB).&quot;Dari sisi transaksi modal dan finansial (TMF) mengalami kenaikan surplus yang signifikan baik dalam bentuk investasi asing langsung (PMA),&quot; ujar Darmin melanjutkan keterangannya.Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, surplus neraca TMF mengalami kenaikan dari USD2,5 miliar pada triwulan I 2012 menjadi USD5,5 miliar pada triwulan II-2012.&quot;Namun besarnya surplus TMF tidak dapat menutupi besarnya defisit neraca transaksi berjalan, sehingga keseluruhan neraca pembayaran pada triwulan II- 2012 defisit USD8 miliar,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejak Januari hingga Agustus 2012, rata-rata nilai rupiah telah berada dikisaran nilai Rp9.242 per dolar AS (ytd) atau melemah 5,1 persen dibandingkan rata-rata di 2011 yang mencapai Rp8.768 per dolar AS.&quot;Pergerakan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global. Terutama terkait penyelesaian krisis Eropa, serta tingginya kebutuhan valas untuk impor,&quot; tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin  Nasution saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).Tekanan pelemahan nilai tukar rupiah, lanjut Darmin, adalah akibat dari defisitnya neraca transaksi berjalan pada triwulan II-2012 yang mengalami defisit USD6,9 miliar (3,1 persen dari PDB) atau meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya USD3,2 miliar (1,5 persen dari PDB).&quot;Dari sisi transaksi modal dan finansial (TMF) mengalami kenaikan surplus yang signifikan baik dalam bentuk investasi asing langsung (PMA),&quot; ujar Darmin melanjutkan keterangannya.Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, surplus neraca TMF mengalami kenaikan dari USD2,5 miliar pada triwulan I 2012 menjadi USD5,5 miliar pada triwulan II-2012.&quot;Namun besarnya surplus TMF tidak dapat menutupi besarnya defisit neraca transaksi berjalan, sehingga keseluruhan neraca pembayaran pada triwulan II- 2012 defisit USD8 miliar,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
