<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Kabel Serat Optik Terus Meningkat</title><description>Permintaan kabel serat optik nasional terus meningkat karena didorong  oleh pembangunan infrastruktur oleh para operator telekomunikasi dan  konstruksi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/320/685627/permintaan-kabel-serat-optik-terus-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/320/685627/permintaan-kabel-serat-optik-terus-meningkat"/><item><title>Permintaan Kabel Serat Optik Terus Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/320/685627/permintaan-kabel-serat-optik-terus-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/05/320/685627/permintaan-kabel-serat-optik-terus-meningkat</guid><pubDate>Rabu 05 September 2012 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/05/320/685627/3y96JMfXaz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/05/320/685627/3y96JMfXaz.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Permintaan kabel serat optik nasional terus meningkat karena didorong oleh pembangunan infrastruktur oleh para operator telekomunikasi dan konstruksi. Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) mencatat permintaan kabel serat optik saat ini diperkirakan mencapai enam juta meter per bulan, sedangkan konsumsinya hanya empat juta meter per bulan.&quot;Permintaannya memang semakin besar tiap tahun tetapi belum melebihi kemampuan produksi industri dalam negeri,&quot; kata Ketua Umum Apkabel Noval Jamalullail, di Jakarta, Rabu (5/9/2012).Menurutnya, kenaikan permintaan kabel serat optik terjadi pada saat kebutuhan kabel tembaga untuk sambungan listrik mengalami penurunan.&amp;nbsp; Dia menjelaskan, saat ini ada sekira delapan perusahaan yang memproduksi kabel serat optik di dalam negeri yang di antaranya adalah PT Communication Cable Systems Indonesia, PT Prysmian Cable Indonesia, PT Jembo, PT Sumi-Indo, PT BICC Berca, PT Furukawa-Supreme, dan PT Voksel.Presiden Direktur PT Multico Millenium Persada Harry Noerhayat mengatakan pihaknya membangun pabrik kabel serat optik dan feeder RF coaxial di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat.&amp;nbsp; Pabrik senilai USD5 juta tersebut akan dijadikan basis produksi untuk pasar Asia Tenggara dan pasar domestik. Rencananya, pabrik tersebut akan selesai dibangun pada Februari mendatang. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Permintaan kabel serat optik nasional terus meningkat karena didorong oleh pembangunan infrastruktur oleh para operator telekomunikasi dan konstruksi. Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel) mencatat permintaan kabel serat optik saat ini diperkirakan mencapai enam juta meter per bulan, sedangkan konsumsinya hanya empat juta meter per bulan.&quot;Permintaannya memang semakin besar tiap tahun tetapi belum melebihi kemampuan produksi industri dalam negeri,&quot; kata Ketua Umum Apkabel Noval Jamalullail, di Jakarta, Rabu (5/9/2012).Menurutnya, kenaikan permintaan kabel serat optik terjadi pada saat kebutuhan kabel tembaga untuk sambungan listrik mengalami penurunan.&amp;nbsp; Dia menjelaskan, saat ini ada sekira delapan perusahaan yang memproduksi kabel serat optik di dalam negeri yang di antaranya adalah PT Communication Cable Systems Indonesia, PT Prysmian Cable Indonesia, PT Jembo, PT Sumi-Indo, PT BICC Berca, PT Furukawa-Supreme, dan PT Voksel.Presiden Direktur PT Multico Millenium Persada Harry Noerhayat mengatakan pihaknya membangun pabrik kabel serat optik dan feeder RF coaxial di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat.&amp;nbsp; Pabrik senilai USD5 juta tersebut akan dijadikan basis produksi untuk pasar Asia Tenggara dan pasar domestik. Rencananya, pabrik tersebut akan selesai dibangun pada Februari mendatang. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
