<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BUMN Jarang, BEI Yakin 25 Emiten Listing 2012</title><description>Hingga akhir 2012, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 10 calon  emiten yang akan melantai. Oleh karena itu, BEI optimistis angka tersebut dapat  naik menjadi 25 emiten pada akhir 2012.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/13/278/689528/bumn-jarang-bei-yakin-25-emiten-listing-2012</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/13/278/689528/bumn-jarang-bei-yakin-25-emiten-listing-2012"/><item><title> BUMN Jarang, BEI Yakin 25 Emiten Listing 2012</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/13/278/689528/bumn-jarang-bei-yakin-25-emiten-listing-2012</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/13/278/689528/bumn-jarang-bei-yakin-25-emiten-listing-2012</guid><pubDate>Kamis 13 September 2012 18:43 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/13/278/689528/cRjbZlHJSG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/13/278/689528/cRjbZlHJSG.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Hingga akhir 2012, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 10 calon emiten yang akan melantai. Oleh karena itu, BEI optimistis angka tersebut dapat naik menjadi 25 emiten pada akhir 2012. Selain itu, Direktur utama BEI Ito Warsito juga menargetkan nilai emisi penawaran saham perdana dapat melebihi dari tahun lalu. Pada 2011, nilai emisi dari penawaran saham perdana mencapai Rp19,59 triliun.&quot;Nilai emisi itu tergantung situasi pasar pada semester II-2012, kalau kita lihat pada semester I-2012 kan banyak pihak yang meragukan, tapi kan kita lihat sendiri sudah ada 15 emiten yang listing tahun ini saja,&quot; katanya di BEI Jakarta, Kamis (13/9/2012).Dia menjelaskan, minat penawaran saham perdana masih cukup tinggi karena didukung dari indeks saham yang bergerak naik. &quot;Kami yakin bisa menaikkan rekor indeks saham, pada mei kan nilai transaksi tertinggi mencapai 4.224,&quot; kata dia.Meski begitu, mengatakan minat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melantai masih minim. Menurut dia, kurangnya minat tersebut karena BUMN belum siap melakukan penawaran saham perdana dan transparan.&quot;Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan dukungan ke pasar modal, karena&amp;nbsp; tidak mau melakukan penawaran saham perdana BUMN, padahal menteri BUMN memiliki semangat tinggi dan perlu adanya dukungan staf,&quot; katanya.Hingga kini, baru 18 BUMN yang melakukan penawaran saham perdana di BEI. &quot;BUMN tetap diproses, tapi sekarang memang belum ada BUMN yang masuk ke bursa saham lagi,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Hingga akhir 2012, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 10 calon emiten yang akan melantai. Oleh karena itu, BEI optimistis angka tersebut dapat naik menjadi 25 emiten pada akhir 2012. Selain itu, Direktur utama BEI Ito Warsito juga menargetkan nilai emisi penawaran saham perdana dapat melebihi dari tahun lalu. Pada 2011, nilai emisi dari penawaran saham perdana mencapai Rp19,59 triliun.&quot;Nilai emisi itu tergantung situasi pasar pada semester II-2012, kalau kita lihat pada semester I-2012 kan banyak pihak yang meragukan, tapi kan kita lihat sendiri sudah ada 15 emiten yang listing tahun ini saja,&quot; katanya di BEI Jakarta, Kamis (13/9/2012).Dia menjelaskan, minat penawaran saham perdana masih cukup tinggi karena didukung dari indeks saham yang bergerak naik. &quot;Kami yakin bisa menaikkan rekor indeks saham, pada mei kan nilai transaksi tertinggi mencapai 4.224,&quot; kata dia.Meski begitu, mengatakan minat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melantai masih minim. Menurut dia, kurangnya minat tersebut karena BUMN belum siap melakukan penawaran saham perdana dan transparan.&quot;Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan dukungan ke pasar modal, karena&amp;nbsp; tidak mau melakukan penawaran saham perdana BUMN, padahal menteri BUMN memiliki semangat tinggi dan perlu adanya dukungan staf,&quot; katanya.Hingga kini, baru 18 BUMN yang melakukan penawaran saham perdana di BEI. &quot;BUMN tetap diproses, tapi sekarang memang belum ada BUMN yang masuk ke bursa saham lagi,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
