<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pemerintah Targetkan Defisit NPI di 2,2-2,5%</title><description>Angka ini, sesuai dengan saran International Monetery Fund (IMF)  menyarankan defisit current account Indonesia sebesar dua persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/27/20/696010/pemerintah-targetkan-defisit-npi-di-2-2-2-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/27/20/696010/pemerintah-targetkan-defisit-npi-di-2-2-2-5"/><item><title> Pemerintah Targetkan Defisit NPI di 2,2-2,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/27/20/696010/pemerintah-targetkan-defisit-npi-di-2-2-2-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/27/20/696010/pemerintah-targetkan-defisit-npi-di-2-2-2-5</guid><pubDate>Kamis 27 September 2012 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/27/20/696010/IWHJsLRmrp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/27/20/696010/IWHJsLRmrp.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan menjaga defisit transaksi berjalan 2012 di kisaran 2,2-2,5 persen. Angka ini, sesuai dengan saran International Monetery Fund (IMF) menyarankan defisit current account Indonesia sebesar dua persen.&quot;Memang belum sampai ke dua persen, tapi kita sudah berupaya dan melihat nanti itu tidak terjadi di atas tiga persen, tapi di bawah tiga persen, di antara 2,2-2,5 persen,&quot; kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).Agus mengatakan, defisit current account telah terjadi dalam tiga kuartal terakhir karena tingginya impor barang. Menurutnya, impor barang modal sejalan dengan tingginya investasi serta tingginya defisit neraca jasa.&quot;Selama tiga kuartal ini telah terjadi current account defisit dan kami melihat bahwa semua kondisi itu bisa dijelaskan, terutama karena besarnya impor yang terjadi,&quot; jelas dia.Menurut dia, pemerintah harus melakukan impor barang modal dan barang-barang mentah untuk diproses. Kemudian, pemerintah juga perlu waspadai karena komponen-komponen yang lain seperti neraca jasa, neraca pembayaran, semua harus diperhatikan.&quot;Tetapi karena kita melihat ini sifatnya sejalan dengan pertumbuhan investasi, karena impor yang besar itu untuk investasi. Ini terlihat dari pertumbuhan investasi kita cukup baik,&quot; tambah Agus Marto.Agus mengatakan, pada semester I-2012 investasi telah meningkat 28 persen. Oleh karena itu, pemerintah tentu bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan melakukan upaya pengendalian defisit current account.&quot;Impor ini tinggi sejalan dengan pertumbuhan investasi yang pada sementer I-2012. Karena import yang besar itu untuk investasi, tetapi kita tetap waspadai defisit neraca pembayaran yang terjadi,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan menjaga defisit transaksi berjalan 2012 di kisaran 2,2-2,5 persen. Angka ini, sesuai dengan saran International Monetery Fund (IMF) menyarankan defisit current account Indonesia sebesar dua persen.&quot;Memang belum sampai ke dua persen, tapi kita sudah berupaya dan melihat nanti itu tidak terjadi di atas tiga persen, tapi di bawah tiga persen, di antara 2,2-2,5 persen,&quot; kata Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).Agus mengatakan, defisit current account telah terjadi dalam tiga kuartal terakhir karena tingginya impor barang. Menurutnya, impor barang modal sejalan dengan tingginya investasi serta tingginya defisit neraca jasa.&quot;Selama tiga kuartal ini telah terjadi current account defisit dan kami melihat bahwa semua kondisi itu bisa dijelaskan, terutama karena besarnya impor yang terjadi,&quot; jelas dia.Menurut dia, pemerintah harus melakukan impor barang modal dan barang-barang mentah untuk diproses. Kemudian, pemerintah juga perlu waspadai karena komponen-komponen yang lain seperti neraca jasa, neraca pembayaran, semua harus diperhatikan.&quot;Tetapi karena kita melihat ini sifatnya sejalan dengan pertumbuhan investasi, karena impor yang besar itu untuk investasi. Ini terlihat dari pertumbuhan investasi kita cukup baik,&quot; tambah Agus Marto.Agus mengatakan, pada semester I-2012 investasi telah meningkat 28 persen. Oleh karena itu, pemerintah tentu bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan melakukan upaya pengendalian defisit current account.&quot;Impor ini tinggi sejalan dengan pertumbuhan investasi yang pada sementer I-2012. Karena import yang besar itu untuk investasi, tetapi kita tetap waspadai defisit neraca pembayaran yang terjadi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
