<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belum Dapat Izin Bapepam, Right Issue Exploitasi Energi Tertunda</title><description>Rencana PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) untuk menerbitkan  saham dengan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (HMETD) atau yang dikenal  dengan right issue ditunda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/29/278/696802/belum-dapat-izin-bapepam-right-issue-exploitasi-energi-tertunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/09/29/278/696802/belum-dapat-izin-bapepam-right-issue-exploitasi-energi-tertunda"/><item><title>Belum Dapat Izin Bapepam, Right Issue Exploitasi Energi Tertunda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/09/29/278/696802/belum-dapat-izin-bapepam-right-issue-exploitasi-energi-tertunda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/09/29/278/696802/belum-dapat-izin-bapepam-right-issue-exploitasi-energi-tertunda</guid><pubDate>Sabtu 29 September 2012 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/29/278/696802/sH1ZrwFD1i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/29/278/696802/sH1ZrwFD1i.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Rencana PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) untuk menerbitkan saham dengan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (HMETD) atau yang dikenal dengan right issue ditunda. Ini terjadi lantaran perusahaan belum mendapat perserujuan efektif dari Bapepam.Dari keterangan yang diperoleh Okezone, Sabtu (29/9/2012) saat ini perseroan belum dapat melakukan right issue, lantaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini belum dapat dilakukan. &quot;Karena belum didapatkan persetujuan efektif Bapepam hingga sore kemarin pada 28 september,&quot; kata keterangan tersebut.Hal ini, dikarenakan masih diperlukannya konfirmasi atas data administrasi dan kelengkapan dokument tambahan&amp;nbsp; berkenaan dengan right issue ini. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari pemenuhan administrasi tersebut maka perseroan akan menggunakan buku audit Juni. &quot;Diharapkan akan lebih memberikan gambaran yang lebih baik atas kinerja perseroan, sehingga akan semakin memperkuat posisi di bisnis energi perseroan,&quot; tambah keterangan tersebut.&quot;Dengan ini maka perseroan diharapkan akan segera mendapat persetujuan Bapepam kembali pada Q4 2012 ini,&quot; tutup keterangan itu. </description><content:encoded>JAKARTA - Rencana PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) untuk menerbitkan saham dengan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (HMETD) atau yang dikenal dengan right issue ditunda. Ini terjadi lantaran perusahaan belum mendapat perserujuan efektif dari Bapepam.Dari keterangan yang diperoleh Okezone, Sabtu (29/9/2012) saat ini perseroan belum dapat melakukan right issue, lantaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini belum dapat dilakukan. &quot;Karena belum didapatkan persetujuan efektif Bapepam hingga sore kemarin pada 28 september,&quot; kata keterangan tersebut.Hal ini, dikarenakan masih diperlukannya konfirmasi atas data administrasi dan kelengkapan dokument tambahan&amp;nbsp; berkenaan dengan right issue ini. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari pemenuhan administrasi tersebut maka perseroan akan menggunakan buku audit Juni. &quot;Diharapkan akan lebih memberikan gambaran yang lebih baik atas kinerja perseroan, sehingga akan semakin memperkuat posisi di bisnis energi perseroan,&quot; tambah keterangan tersebut.&quot;Dengan ini maka perseroan diharapkan akan segera mendapat persetujuan Bapepam kembali pada Q4 2012 ini,&quot; tutup keterangan itu. </content:encoded></item></channel></rss>
