<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Berantas Korupsi, Boediono &quot;Dongengkan&quot; Ekonomi Romawi</title><description>Wakil Presiden Boediono mengungkapkan adanya korupsi dapat membuat sebuah negara hancur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/03/20/698492/berantas-korupsi-boediono-dongengkan-ekonomi-romawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/03/20/698492/berantas-korupsi-boediono-dongengkan-ekonomi-romawi"/><item><title> Berantas Korupsi, Boediono &quot;Dongengkan&quot; Ekonomi Romawi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/03/20/698492/berantas-korupsi-boediono-dongengkan-ekonomi-romawi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/03/20/698492/berantas-korupsi-boediono-dongengkan-ekonomi-romawi</guid><pubDate>Rabu 03 Oktober 2012 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/03/20/698492/W01HhF84Tj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Boediono. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/03/20/698492/W01HhF84Tj.jpg</image><title>Wakil Presiden Boediono. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan adanya korupsi dapat membuat sebuah negara hancur. Boediono mencontohkan, Romawi yang mengalami masa kejayaan namun hacur karena ulah masyarakatnya.Hal tersebut diungkapkan Boediono kala menyosialisasikan UU Nomor 55 tahun 2012 mengenai strategi nasional dan rencana aksi pemberantasan korupsi. Menurut dia, kejadian ini terjadi pada perekonomian Romawi sekira 2.500 tahun silam. &quot;Ini catatan dari buku sejarah itu, kejayaan dan kemakmuran tidak menjamin terpeliharanya tatanan moral,&quot; ujar Boediono, saat sosialisasi Perpres 55 tahun 2012, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (3/10/2012).Boediono menjelaskan, hal ini dia dapat melalui beberapa buku mengenai pemerintahan-pemerintah di Romawi pada waktu tersebut. Menurut dia, hal ini merupakan kejadian sesungguhnya yang terjadi di Romawi.&quot;Saya ingin menyisipi satu cerita kecil, bukan cerita karangan tapi dari sejarah, yang terjadi 2.500 tahun lampau atau empat atau lima abad SM, Romawi diperintah seorang raja,&quot; ujar pria yang kerap disapa Pak Boed.Dia menjelaskan, di saat itu, pemerintahan diputuskan bersama-sama rakyat jelata, dan belum terwakili republik didasarkan aristokratis. Dengan sistem yang maju pada zamannya itu, Republik Roma Kuno mengalami kemerosotan bukan karena serangan dari luar tapi pengeroposan dari dalam. &quot;Akses-akses semakin meluas dan itu makin meluas pelakunya juga bukan hanya pejabat tapi orang biasa juga,&quot; ujar Boediono.Boediono mengatakan, praktek-praktek politik tidak sehat merajalela dan pilar-pilar demokrasi mengalami proses erosi. &quot;Romawi dapat hancur di masa kejayaannya waktu itu karena korupsi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan adanya korupsi dapat membuat sebuah negara hancur. Boediono mencontohkan, Romawi yang mengalami masa kejayaan namun hacur karena ulah masyarakatnya.Hal tersebut diungkapkan Boediono kala menyosialisasikan UU Nomor 55 tahun 2012 mengenai strategi nasional dan rencana aksi pemberantasan korupsi. Menurut dia, kejadian ini terjadi pada perekonomian Romawi sekira 2.500 tahun silam. &quot;Ini catatan dari buku sejarah itu, kejayaan dan kemakmuran tidak menjamin terpeliharanya tatanan moral,&quot; ujar Boediono, saat sosialisasi Perpres 55 tahun 2012, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (3/10/2012).Boediono menjelaskan, hal ini dia dapat melalui beberapa buku mengenai pemerintahan-pemerintah di Romawi pada waktu tersebut. Menurut dia, hal ini merupakan kejadian sesungguhnya yang terjadi di Romawi.&quot;Saya ingin menyisipi satu cerita kecil, bukan cerita karangan tapi dari sejarah, yang terjadi 2.500 tahun lampau atau empat atau lima abad SM, Romawi diperintah seorang raja,&quot; ujar pria yang kerap disapa Pak Boed.Dia menjelaskan, di saat itu, pemerintahan diputuskan bersama-sama rakyat jelata, dan belum terwakili republik didasarkan aristokratis. Dengan sistem yang maju pada zamannya itu, Republik Roma Kuno mengalami kemerosotan bukan karena serangan dari luar tapi pengeroposan dari dalam. &quot;Akses-akses semakin meluas dan itu makin meluas pelakunya juga bukan hanya pejabat tapi orang biasa juga,&quot; ujar Boediono.Boediono mengatakan, praktek-praktek politik tidak sehat merajalela dan pilar-pilar demokrasi mengalami proses erosi. &quot;Romawi dapat hancur di masa kejayaannya waktu itu karena korupsi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
