<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Public Expose BUMI Tak Berikan Klarifikasi&quot;</title><description>Usai BUMI melaksanakan paparan, sebaiknya investor jangan  terlalu banyak berharap. Pasalnya, apa yang disampaikan hanya hal-hal  umum saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/04/278/699149/public-expose-bumi-tak-berikan-klarifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/04/278/699149/public-expose-bumi-tak-berikan-klarifikasi"/><item><title>&quot;Public Expose BUMI Tak Berikan Klarifikasi&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/04/278/699149/public-expose-bumi-tak-berikan-klarifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/04/278/699149/public-expose-bumi-tak-berikan-klarifikasi</guid><pubDate>Kamis 04 Oktober 2012 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/04/278/699149/bvvvmr6Ne8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama Bumi Resources Ari Hudaya saat public expose insidentil. (Foto: gettyimages)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/04/278/699149/bvvvmr6Ne8.jpg</image><title>Direktur Utama Bumi Resources Ari Hudaya saat public expose insidentil. (Foto: gettyimages)</title></images><description>JAKARTA - Paparan publik alias public expose yang dilakukan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membuat saham perusahaan tersebut berada pada level Rp680 atau stagnan.Menurut analis Trust Securities Reza Priyambada usai BUMI melaksanakan paparan tersebut sebaiknya investor jangan terlalu banyak berharap. Menurutnya, apa yang disampaikan hanya hal-hal umum saja. &quot;Tudingan atau klarifikasi yang dituduhkan tidak akan terjawab. Kami sudah meyakini bahwa pernyataan bakalan mereka bakalan seperti itu, seperti kami tidak bangkrut, kami akan baik-baik saja , mereka akan memberikan jawaban kalau mereka akan survive,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (4/10/2012).Reza menambahkan bahwa paparan publik tersebut hanya upaya manajemen BUMI untuk mengatakan kondisi perseroan baik-baik saja. &quot;Mereka akan bilang pelunasan utang dengan mencari partner pinjaman sindikasi atau right issue. Jawaban itu umum sekali,&quot; tambahnya.Seperti untuk kenaikan yang signifikan belum akan terjadi pada saham BUMI, karena setiap ada sentimen para spekulan akan mempermainkan harga sahamnya.&quot;Kalau mau trading cepat mungkin bisa, tapi untuk investasi riskan. Kalau mau masuk liat momentum. Terus dilihat lagi kalau yang main banyak itu yang main asing atau lokal. BUMI akan membaik lagi itu bakalan lama,&quot; kata Reza.</description><content:encoded>JAKARTA - Paparan publik alias public expose yang dilakukan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membuat saham perusahaan tersebut berada pada level Rp680 atau stagnan.Menurut analis Trust Securities Reza Priyambada usai BUMI melaksanakan paparan tersebut sebaiknya investor jangan terlalu banyak berharap. Menurutnya, apa yang disampaikan hanya hal-hal umum saja. &quot;Tudingan atau klarifikasi yang dituduhkan tidak akan terjawab. Kami sudah meyakini bahwa pernyataan bakalan mereka bakalan seperti itu, seperti kami tidak bangkrut, kami akan baik-baik saja , mereka akan memberikan jawaban kalau mereka akan survive,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (4/10/2012).Reza menambahkan bahwa paparan publik tersebut hanya upaya manajemen BUMI untuk mengatakan kondisi perseroan baik-baik saja. &quot;Mereka akan bilang pelunasan utang dengan mencari partner pinjaman sindikasi atau right issue. Jawaban itu umum sekali,&quot; tambahnya.Seperti untuk kenaikan yang signifikan belum akan terjadi pada saham BUMI, karena setiap ada sentimen para spekulan akan mempermainkan harga sahamnya.&quot;Kalau mau trading cepat mungkin bisa, tapi untuk investasi riskan. Kalau mau masuk liat momentum. Terus dilihat lagi kalau yang main banyak itu yang main asing atau lokal. BUMI akan membaik lagi itu bakalan lama,&quot; kata Reza.</content:encoded></item></channel></rss>
