<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Wamenkeu: Krisis Global Buat Investor Malas IPO</title><description>Jumlah perusahaan BUMN dan per orangan Swasta yang mengikuti penawaran saham perdana (IPO) masih minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/05/278/699582/wamenkeu-krisis-global-buat-investor-malas-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/05/278/699582/wamenkeu-krisis-global-buat-investor-malas-ipo"/><item><title> Wamenkeu: Krisis Global Buat Investor Malas IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/05/278/699582/wamenkeu-krisis-global-buat-investor-malas-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/05/278/699582/wamenkeu-krisis-global-buat-investor-malas-ipo</guid><pubDate>Jum'at 05 Oktober 2012 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/05/278/699582/yvTEkBVcLI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/05/278/699582/yvTEkBVcLI.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Daylife)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah perusahaan BUMN dan per orangan Swasta yang mengikuti penawaran saham perdana (IPO) masih minim. Investor nampaknya sangat berhati-hati karena adanya ketidakpastian krisis perekonomian global.&quot;Pad 2012 baik BUMN maupun perorangan swasta, kecil jumlah yang IPO. Sayang, padahal potensi besar dan kapitalisasi pasar yang makin meningkat,&quot; ujar Wamenkeu, Mahendra Siregar, di JCC, Jakarta, Jumat (5/10/2012).Mahendra mengatakan, keberadaan pasar modal saat ini dinilai kurang baik. Hal itu bukan dipengaruhi insentif yang ada. Menurutnya, investor saat ini ekstra hati-hatiuntuk menjual sahamnyak, karena kondisi global dan regional.&quot;Di tengah fluktuasi itu tetap. Toh ada penambahan secara netto kapitalisasi pasar, dan kepercayaan pasar Indonesia mustinya 2013 semakin baik. Banyak yang bisa melihat kondisi 2012 sebagai pembelajaran,&quot; ujar Mahendra.Menurut dia, momentym untuk melantai pada tahun depan tidak hilang, walaupun ada ketidakpastian di tingkat global. &quot;Bottom line kekuatan dan kesehatan perusahaan masing-masing dan ekonomi Indonesia yang Investment Grade dan makro solid mustinya perusahaan kita jauh lebih baik dari tahun lalu,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah perusahaan BUMN dan per orangan Swasta yang mengikuti penawaran saham perdana (IPO) masih minim. Investor nampaknya sangat berhati-hati karena adanya ketidakpastian krisis perekonomian global.&quot;Pad 2012 baik BUMN maupun perorangan swasta, kecil jumlah yang IPO. Sayang, padahal potensi besar dan kapitalisasi pasar yang makin meningkat,&quot; ujar Wamenkeu, Mahendra Siregar, di JCC, Jakarta, Jumat (5/10/2012).Mahendra mengatakan, keberadaan pasar modal saat ini dinilai kurang baik. Hal itu bukan dipengaruhi insentif yang ada. Menurutnya, investor saat ini ekstra hati-hatiuntuk menjual sahamnyak, karena kondisi global dan regional.&quot;Di tengah fluktuasi itu tetap. Toh ada penambahan secara netto kapitalisasi pasar, dan kepercayaan pasar Indonesia mustinya 2013 semakin baik. Banyak yang bisa melihat kondisi 2012 sebagai pembelajaran,&quot; ujar Mahendra.Menurut dia, momentym untuk melantai pada tahun depan tidak hilang, walaupun ada ketidakpastian di tingkat global. &quot;Bottom line kekuatan dan kesehatan perusahaan masing-masing dan ekonomi Indonesia yang Investment Grade dan makro solid mustinya perusahaan kita jauh lebih baik dari tahun lalu,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
