<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelolaan SDA dengan Renegosiasi Kontrak Tambang</title><description>Pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam dengan menggunakan model yang  baru yaitu renegosiasi. Salah satunya adalah dengan melakukan  renegosiasi terhadap kontrak-kontrak pertambangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/06/19/700163/pengelolaan-sda-dengan-renegosiasi-kontrak-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/06/19/700163/pengelolaan-sda-dengan-renegosiasi-kontrak-tambang"/><item><title>Pengelolaan SDA dengan Renegosiasi Kontrak Tambang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/06/19/700163/pengelolaan-sda-dengan-renegosiasi-kontrak-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/06/19/700163/pengelolaan-sda-dengan-renegosiasi-kontrak-tambang</guid><pubDate>Sabtu 06 Oktober 2012 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/06/19/700163/4DUrroUvdG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/06/19/700163/4DUrroUvdG.jpg</image><title>Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Koran SI)</title></images><description>SURABAYA - Pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam dengan menggunakan model yang baru yaitu renegosiasi. Salah satunya adalah dengan melakukan renegosiasi terhadap kontrak-kontrak pertambangan.Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, diperlukan suatu konsep baru tentang cara melakukan pengolahan SDA, yaitu merenegosiasi. Oleh karena itu, tidak dibenarkan lagi mengeksplorasi SDA oleh kontraktor-kontraktor, dengan maksimal 25 ribu hektare (ha) lahan.&quot;Tidak boleh terjadi SDA dikeruk, dan dieksplorasi, semuanya harus dikelola oleh smelter di Indonesia. Selain itu kita harus melihat apakah pengelolaan tersebut adil,&quot; katanya, dalam Seminar Nasional &quot;Sumber Daya Alam untuk Rakyat&quot;, di Grand City, Surabaya (6/10/2012).Hatta menambahkan, kalau pun nanti ada pengerukan, itu tidak saja dilakukan oleh pekerja-pekerja atau kuli namun dapat dilakukan oleh para insinyur. Menurutnya, negara tidak akan maju apabila cara eksplornya seperti itu.&quot;Selama ini kan royalti hanya satu persen, kita enggak mau, kita ingin agar sahamnya itu didivestasi ke Indonesia, dan kita ingin agar lahan yang dikelola dikembalikan sebagian ke negara,&quot; tambahnya.Selain itu pemerintah ingin pengusaha lokalnya juga diperdayakan. Agar nantinya tumbuh usaha-usaha didaerah, pemberdayaan masyarakat, termasuk Freeport.&quot;Mereka kan mau IPO di Indonesia, dia juga mau divestasi saham, royaltinya juga ada. Renegosiasi itu akan mengurangi risiko eksplorasi. Selain itu saya mengimbau agar betul-betul manajemen ikut didalamnya, jangan dilepas kemana-mana harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,&quot; pungkas Hatta.</description><content:encoded>SURABAYA - Pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam dengan menggunakan model yang baru yaitu renegosiasi. Salah satunya adalah dengan melakukan renegosiasi terhadap kontrak-kontrak pertambangan.Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, diperlukan suatu konsep baru tentang cara melakukan pengolahan SDA, yaitu merenegosiasi. Oleh karena itu, tidak dibenarkan lagi mengeksplorasi SDA oleh kontraktor-kontraktor, dengan maksimal 25 ribu hektare (ha) lahan.&quot;Tidak boleh terjadi SDA dikeruk, dan dieksplorasi, semuanya harus dikelola oleh smelter di Indonesia. Selain itu kita harus melihat apakah pengelolaan tersebut adil,&quot; katanya, dalam Seminar Nasional &quot;Sumber Daya Alam untuk Rakyat&quot;, di Grand City, Surabaya (6/10/2012).Hatta menambahkan, kalau pun nanti ada pengerukan, itu tidak saja dilakukan oleh pekerja-pekerja atau kuli namun dapat dilakukan oleh para insinyur. Menurutnya, negara tidak akan maju apabila cara eksplornya seperti itu.&quot;Selama ini kan royalti hanya satu persen, kita enggak mau, kita ingin agar sahamnya itu didivestasi ke Indonesia, dan kita ingin agar lahan yang dikelola dikembalikan sebagian ke negara,&quot; tambahnya.Selain itu pemerintah ingin pengusaha lokalnya juga diperdayakan. Agar nantinya tumbuh usaha-usaha didaerah, pemberdayaan masyarakat, termasuk Freeport.&quot;Mereka kan mau IPO di Indonesia, dia juga mau divestasi saham, royaltinya juga ada. Renegosiasi itu akan mengurangi risiko eksplorasi. Selain itu saya mengimbau agar betul-betul manajemen ikut didalamnya, jangan dilepas kemana-mana harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,&quot; pungkas Hatta.</content:encoded></item></channel></rss>
