<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: DPR Harus Dukung IPO BUMN</title><description>BEI menilai proses pemerintah yang lambat membuat proses IPO BUMN menjadi terhambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/08/278/700712/bei-dpr-harus-dukung-ipo-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/08/278/700712/bei-dpr-harus-dukung-ipo-bumn"/><item><title>BEI: DPR Harus Dukung IPO BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/08/278/700712/bei-dpr-harus-dukung-ipo-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/08/278/700712/bei-dpr-harus-dukung-ipo-bumn</guid><pubDate>Senin 08 Oktober 2012 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/08/278/700712/debjWoDMcm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut BEI Ito Warsito. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/08/278/700712/debjWoDMcm.jpg</image><title>Dirut BEI Ito Warsito. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai proses pemerintah yang lambat membuat proses IPO BUMN menjadi terhambat. Sedangkan dukungan sangat dibutuhkan untuk perkembangan BUMN di pasar modal. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Ito Warsito, saat ini ada 140 BUMN, namun yang baru IPO ada 18 perusahaan. Bisa dikatakan tidak sampai satu perusahaan yang melakukan IPO dalam satu tahun. &quot;Pemerintah dalam hal ini DPR harus mendukung pelaksanaan IPO BUMN. Karena IPO BUMN penting bukan hanya untuk pasar modal Indonesia, tetapi untuk BUMN-nya sendiri,&quot; ungkap Ito, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/10/2012).Ito juga mencontohkan, bahwa hanya beberapa BUMN saja yang kurang berhasil yakni kimia farma dan Indofarma. Namun BRI cukup bagus, harga sahamnnya naik.&quot;Selain itu Telkom juga bagus, waktu IPO kapitalisasinya hanya Rp20 triliun. Bank Mandiri juga bagus, PTBA juga bagus, BUMN selalu positif tanggapannya,&quot; kata Ito.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai proses pemerintah yang lambat membuat proses IPO BUMN menjadi terhambat. Sedangkan dukungan sangat dibutuhkan untuk perkembangan BUMN di pasar modal. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Ito Warsito, saat ini ada 140 BUMN, namun yang baru IPO ada 18 perusahaan. Bisa dikatakan tidak sampai satu perusahaan yang melakukan IPO dalam satu tahun. &quot;Pemerintah dalam hal ini DPR harus mendukung pelaksanaan IPO BUMN. Karena IPO BUMN penting bukan hanya untuk pasar modal Indonesia, tetapi untuk BUMN-nya sendiri,&quot; ungkap Ito, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/10/2012).Ito juga mencontohkan, bahwa hanya beberapa BUMN saja yang kurang berhasil yakni kimia farma dan Indofarma. Namun BRI cukup bagus, harga sahamnnya naik.&quot;Selain itu Telkom juga bagus, waktu IPO kapitalisasinya hanya Rp20 triliun. Bank Mandiri juga bagus, PTBA juga bagus, BUMN selalu positif tanggapannya,&quot; kata Ito.</content:encoded></item></channel></rss>
