<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Migas, Ketergantungan RI ke Asing Masih Tinggi</title><description>Indonesia dinilai rentan dalam penataan minyak dan gasnya (migas). Hal  tersebut terlihat dari ketergantungan Migas dengan negara asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/10/19/701853/soal-migas-ketergantungan-ri-ke-asing-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/10/19/701853/soal-migas-ketergantungan-ri-ke-asing-masih-tinggi"/><item><title>Soal Migas, Ketergantungan RI ke Asing Masih Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/10/19/701853/soal-migas-ketergantungan-ri-ke-asing-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/10/19/701853/soal-migas-ketergantungan-ri-ke-asing-masih-tinggi</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2012 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/10/19/701853/i7XCsHbVtl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/10/19/701853/i7XCsHbVtl.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dinilai rentan dalam penataan minyak dan gasnya (migas). Hal tersebut terlihat dari ketergantungan Migas dengan negara asing.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Faisal Yusra mengatakan, 1,4 juta barel kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) per hari, dan dari lifting minyak mentah hanya sebagian yang menjadi milik pemerintah.Yusra mengungkapkan, hal ini memprihatinkan karena ketahanan energi Indonesia bisa digoyahkan oleh pihak asing, dan hal ini bisa berpengaruh pada ketahanan negara.&amp;ldquo;Kalau terjadi peperangan Indonesia dengan negara lain cukup dengan telepon, Indonesia bisa kolaps dengan diboikotnya fuel, waktu merebut Irian Barat saja banyak kendaraan TNI yang menumpuk mogok di Makassar karena distop pasokannya dari Total,&quot; kata Yusra dalam diskusi publik dan penyampaian Petisi Blok Mahakam untuk Rakyat, di Gedung MPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).Menurut Yusra, ketergantungan ini harus diakhiri dan saatnya Indonesia mandiri dengan mengelolah ketahanan energinya sendiri. &quot;Ini riil, bahwa merebut kedaulatan migas sama seperti merebut ketahanan nasional,&quot; tegas Yusra.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dinilai rentan dalam penataan minyak dan gasnya (migas). Hal tersebut terlihat dari ketergantungan Migas dengan negara asing.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Faisal Yusra mengatakan, 1,4 juta barel kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) per hari, dan dari lifting minyak mentah hanya sebagian yang menjadi milik pemerintah.Yusra mengungkapkan, hal ini memprihatinkan karena ketahanan energi Indonesia bisa digoyahkan oleh pihak asing, dan hal ini bisa berpengaruh pada ketahanan negara.&amp;ldquo;Kalau terjadi peperangan Indonesia dengan negara lain cukup dengan telepon, Indonesia bisa kolaps dengan diboikotnya fuel, waktu merebut Irian Barat saja banyak kendaraan TNI yang menumpuk mogok di Makassar karena distop pasokannya dari Total,&quot; kata Yusra dalam diskusi publik dan penyampaian Petisi Blok Mahakam untuk Rakyat, di Gedung MPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).Menurut Yusra, ketergantungan ini harus diakhiri dan saatnya Indonesia mandiri dengan mengelolah ketahanan energinya sendiri. &quot;Ini riil, bahwa merebut kedaulatan migas sama seperti merebut ketahanan nasional,&quot; tegas Yusra.</content:encoded></item></channel></rss>
