<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akhir Tahun, BI Pede Impor Turun</title><description>Bank Indonesia (BI) optimistis di akhir tahun, ekspor dan impor akan  sama-sama bergerak ke arah yang sama, yakni menurun. Hal ini membuat  surplus transaksi berjalan semakin besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/11/20/702565/akhir-tahun-bi-pede-impor-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/11/20/702565/akhir-tahun-bi-pede-impor-turun"/><item><title>Akhir Tahun, BI Pede Impor Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/11/20/702565/akhir-tahun-bi-pede-impor-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/11/20/702565/akhir-tahun-bi-pede-impor-turun</guid><pubDate>Kamis 11 Oktober 2012 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/11/20/702565/6d2HVexpU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/11/20/702565/6d2HVexpU4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis di akhir tahun, ekspor dan impor akan sama-sama bergerak ke arah yang sama, yakni menurun. Hal ini membuat surplus transaksi berjalan semakin besar.&quot;Kondisi surplus Break Event Point (BOP) masih volatile sehingga kita belum bisa memprediksi akan surplus terus. Namun, ke depan kami prediksi ekspor dan impor akan turun sehingga rasio defisit transaksi berjalan akan turun ke 2,2 persen,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).Sebelumnya, BI memprediksi di akhir 2012, defisit transaksi berjalan Indonesia di akan berada di 2,2 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang defisit transaksi berjalan Indonesia di kuartal dua lalu yang sempat melebar ke 3,1 persen.&quot;Kuartal dua lalu defisit transaksi melampaui perkiraan di 3,1 persen. Namun di kuartal dua, defisit kita perkirakan akan turun di 2,6 persen dan di akhir tahun akan berada di kisaran 2,2 persen,&quot; ujar Gubernur BI Darmin Nasution.Darmin menyebut, defisit transaksi berjalan yang terjadi di Indonesia bukanlah secara secara nominalnya murni (absolut) tetapi defisit jika dibandingkan dengan rasio GDP Indonesia.&quot;Jadi (akhir tahun) arahnya masih sesuai dengan perkiraan kita. Namun besarannya memang sedikit di atas dua persen,&quot; tambah mantan dirjen pajak ini. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis di akhir tahun, ekspor dan impor akan sama-sama bergerak ke arah yang sama, yakni menurun. Hal ini membuat surplus transaksi berjalan semakin besar.&quot;Kondisi surplus Break Event Point (BOP) masih volatile sehingga kita belum bisa memprediksi akan surplus terus. Namun, ke depan kami prediksi ekspor dan impor akan turun sehingga rasio defisit transaksi berjalan akan turun ke 2,2 persen,&quot; ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).Sebelumnya, BI memprediksi di akhir 2012, defisit transaksi berjalan Indonesia di akan berada di 2,2 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang defisit transaksi berjalan Indonesia di kuartal dua lalu yang sempat melebar ke 3,1 persen.&quot;Kuartal dua lalu defisit transaksi melampaui perkiraan di 3,1 persen. Namun di kuartal dua, defisit kita perkirakan akan turun di 2,6 persen dan di akhir tahun akan berada di kisaran 2,2 persen,&quot; ujar Gubernur BI Darmin Nasution.Darmin menyebut, defisit transaksi berjalan yang terjadi di Indonesia bukanlah secara secara nominalnya murni (absolut) tetapi defisit jika dibandingkan dengan rasio GDP Indonesia.&quot;Jadi (akhir tahun) arahnya masih sesuai dengan perkiraan kita. Namun besarannya memang sedikit di atas dua persen,&quot; tambah mantan dirjen pajak ini. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
