<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Poliester Tak Akan Dihentikan</title><description>Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyatakan tidak akan menghentikan ekspor benang poliester.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/16/320/704536/ekspor-poliester-tak-akan-dihentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/16/320/704536/ekspor-poliester-tak-akan-dihentikan"/><item><title>Ekspor Poliester Tak Akan Dihentikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/16/320/704536/ekspor-poliester-tak-akan-dihentikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/16/320/704536/ekspor-poliester-tak-akan-dihentikan</guid><pubDate>Selasa 16 Oktober 2012 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/16/320/704536/A9S8OEz5dy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Wordpress)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/16/320/704536/A9S8OEz5dy.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Wordpress)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyatakan tidak akan menghentikan ekspor benang poliester.Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, hingga saat ini produksi benang poliester per tahun baru mencapai 680ribu ton dari total kapasitas sebesar 833 ribu ton.&amp;nbsp;&quot;Utilisasi kami baru mencapai 81 persen. Kami masih bisa menambah produksi sekira 153 ribu ton jika memang industri kecil membutuhkannya,&quot; kata Redma di Jakarta, Selasa (16/10/2012).&amp;nbsp;Menurutnya,&amp;nbsp;dari 680 ribu ton produksi di 2011, sekira 200 ribu ton diekspor dan 480 ribu ton untuk pasar domestik.&quot;Kami akan sangat senang jika industri dalam negeri masih membutuhkannya, artinya kami bisa memproduksi lebih banyak sehingga utilisasi produksi kami bisa meningkat,&quot; tambah dia.Redma menjelaskan, konsumsi benang poliester 2011 mencapai 400 ribu ton dan tahun ini diperkirakan bisa mencapai 520 ribu ton. Bahkan, diprediksi hingga 2015 bisa mencapai 580 ribu ton.&quot;IKM memang membutuhkan kain poliester lebih banyak yang berarti membutuhkan benang poliester yang lebih banyak karena tren dunia menuju ke sana menyusul berkurangnya suplai kapas,&quot; jelas Redma.Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, tidak akan ada pelarangan ekspor poliester karena akan menggangu penerimaan devisa negara. Euis menjelaskan, kebutuhan bahan baku IKM memang meningkat didorong meningkatnya permintaan dari konsumen khususnya untuk produk fesyen. Meski begitu, hal ini tidak sampai harus menghentikan ekspor karena dari sisi kemampuan produksi masih dapat tercukupi.&amp;nbsp; &quot;Selama ini, pelaku IKM tidak kesulitan memperoleh poliester. Pemerintah juga tidak melarang produsen mengekspor bahan baku tersebut, yang diperlukan adalah jalinan kerja sama yang baik antara industri produsennya dengan industri kecil dan menengah agar potensi pasar ini bisa tergarap karena Indonesia termasuk negara potensial dalam memproduksi bahan baku poliester dan serat rayon,&quot; komentar Euis. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menyatakan tidak akan menghentikan ekspor benang poliester.Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, hingga saat ini produksi benang poliester per tahun baru mencapai 680ribu ton dari total kapasitas sebesar 833 ribu ton.&amp;nbsp;&quot;Utilisasi kami baru mencapai 81 persen. Kami masih bisa menambah produksi sekira 153 ribu ton jika memang industri kecil membutuhkannya,&quot; kata Redma di Jakarta, Selasa (16/10/2012).&amp;nbsp;Menurutnya,&amp;nbsp;dari 680 ribu ton produksi di 2011, sekira 200 ribu ton diekspor dan 480 ribu ton untuk pasar domestik.&quot;Kami akan sangat senang jika industri dalam negeri masih membutuhkannya, artinya kami bisa memproduksi lebih banyak sehingga utilisasi produksi kami bisa meningkat,&quot; tambah dia.Redma menjelaskan, konsumsi benang poliester 2011 mencapai 400 ribu ton dan tahun ini diperkirakan bisa mencapai 520 ribu ton. Bahkan, diprediksi hingga 2015 bisa mencapai 580 ribu ton.&quot;IKM memang membutuhkan kain poliester lebih banyak yang berarti membutuhkan benang poliester yang lebih banyak karena tren dunia menuju ke sana menyusul berkurangnya suplai kapas,&quot; jelas Redma.Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, tidak akan ada pelarangan ekspor poliester karena akan menggangu penerimaan devisa negara. Euis menjelaskan, kebutuhan bahan baku IKM memang meningkat didorong meningkatnya permintaan dari konsumen khususnya untuk produk fesyen. Meski begitu, hal ini tidak sampai harus menghentikan ekspor karena dari sisi kemampuan produksi masih dapat tercukupi.&amp;nbsp; &quot;Selama ini, pelaku IKM tidak kesulitan memperoleh poliester. Pemerintah juga tidak melarang produsen mengekspor bahan baku tersebut, yang diperlukan adalah jalinan kerja sama yang baik antara industri produsennya dengan industri kecil dan menengah agar potensi pasar ini bisa tergarap karena Indonesia termasuk negara potensial dalam memproduksi bahan baku poliester dan serat rayon,&quot; komentar Euis. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
