<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Global Mediacom Kantongi Pendapatan Rp6,3 Triliun</title><description>PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan pendapatan konsolidasi tidak  diaudit tumbuh sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun per September  2012.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/18/278/705836/global-mediacom-kantongi-pendapatan-rp6-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/18/278/705836/global-mediacom-kantongi-pendapatan-rp6-3-triliun"/><item><title>Global Mediacom Kantongi Pendapatan Rp6,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/18/278/705836/global-mediacom-kantongi-pendapatan-rp6-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/18/278/705836/global-mediacom-kantongi-pendapatan-rp6-3-triliun</guid><pubDate>Kamis 18 Oktober 2012 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/18/278/705836/FrFMmOPvA7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo Global Mediacom. (Foto: Dok Perusahaan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/18/278/705836/FrFMmOPvA7.jpg</image><title>Logo Global Mediacom. (Foto: Dok Perusahaan)</title></images><description>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan pendapatan konsolidasi tidak diaudit tumbuh sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun per September 2012, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,2 triliun.&quot;Mediacom dengan posisi yang dominan pada media berbasis konten dan iklan melalui MNC dan media berbasis pelanggan melalui MSKY akan tetap menjadi pihak yang sangat diuntungkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana sekira 63 persen didorong oleh konsumsi domestik,&quot; jelas Investor Relation BNTR Robert Satrya, dalam laporannya keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).EBITDA bertumbuh secara signifikan sebesar 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.Alhasil, laba bersih bertumbuh sebesar 43 persen menjadi Rp881 miliar dari Rp617 miliar sehingga EPS bertumbuh 40 persen dari Rp63 menjadi Rp45.Pada periode sembilan bulan di 2012, media berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tetap memberikan kontribusi terbesar sebanyak 71 persen dari pendapatan konsolidasi dan juga naiknya kontribusi dari media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dari 24 persen menjadi 27 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan pendapatan konsolidasi tidak diaudit tumbuh sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun per September 2012, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,2 triliun.&quot;Mediacom dengan posisi yang dominan pada media berbasis konten dan iklan melalui MNC dan media berbasis pelanggan melalui MSKY akan tetap menjadi pihak yang sangat diuntungkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana sekira 63 persen didorong oleh konsumsi domestik,&quot; jelas Investor Relation BNTR Robert Satrya, dalam laporannya keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).EBITDA bertumbuh secara signifikan sebesar 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.Alhasil, laba bersih bertumbuh sebesar 43 persen menjadi Rp881 miliar dari Rp617 miliar sehingga EPS bertumbuh 40 persen dari Rp63 menjadi Rp45.Pada periode sembilan bulan di 2012, media berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tetap memberikan kontribusi terbesar sebanyak 71 persen dari pendapatan konsolidasi dan juga naiknya kontribusi dari media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dari 24 persen menjadi 27 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
