<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CT: Kalau Mampu Beli Mobil Harusnya Bisa Beli BBM Non-Subsidi </title><description>Komite Ekonomi Nasional (KEN) lebih memilih mengurangi subsidi BBM  dibandingkan dengan menaikkan harga BBM. Hal ini karena sebagian besar  penikmat BBM subsidi adalah orang kaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/20/19/706800/ct-kalau-mampu-beli-mobil-harusnya-bisa-beli-bbm-non-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/20/19/706800/ct-kalau-mampu-beli-mobil-harusnya-bisa-beli-bbm-non-subsidi"/><item><title>CT: Kalau Mampu Beli Mobil Harusnya Bisa Beli BBM Non-Subsidi </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/20/19/706800/ct-kalau-mampu-beli-mobil-harusnya-bisa-beli-bbm-non-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/20/19/706800/ct-kalau-mampu-beli-mobil-harusnya-bisa-beli-bbm-non-subsidi</guid><pubDate>Sabtu 20 Oktober 2012 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Pebrianto Eko Wicaksono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/20/19/706800/HCFTZPVvKl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/20/19/706800/HCFTZPVvKl.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) lebih memilih mengurangi subsidi BBM dibandingkan dengan menaikkan harga BBM. Hal ini karena sebagian besar penikmat BBM subsidi adalah orang kaya.&quot;Itu subsidi diperlukan untuk orang tidak mampu tetapi orang kaya tidak boleh disubsidi. Oleh karenannya, BBM kita masih mensubsidi orang kaya. Konsumsi paling besar itu kan berasal dari orang-orang kaya pemakai mobil pribadi,&quot; ujar Ketua KEN Chairul Tanjung ditemui di Alumi ITS, Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (20/10/2012) Karena itu, CT menyebut, pemerintah seharusnya mengurangi subsidi BBM ketimbang menaikkan harga BBM subsidi. Dengan menaikkan harga BBM subsidi, otomatis, seluruh masyarakat yang masih layak menerima subsidi akan menerima getahnya.&quot;Orang yang mempunyai mobil pribadi tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Itu akan langsung melakukan perubahan yang sangat luar biasa,&quot; tambah dia.Karena itu, CT menyarankan pemerintah langsung memberikan aturan yang jelas terkait penggunaan BBM subsidi yang tidak hanya diberlakukan untuk kendaraan pemerintah dan swasta tetapi juga semua kendaraan pribadi.&quot;Kalau (hanya) kendaraan dinas pemerintah, itu kan kecil sekali. Maukah rakyat berkorban untuk itu padahal mereka mampu, kan mampu beli mobil harusnya mampu beli bensin. Dimana-mana yang namanya mampu beli mobil, pasti mampu beli BBM. Itu intinya,&quot; jelas dia.Realisasinya di lapangan, CT menyarankan agar pemerintah tegas di seluruh SPBU bahwa BBM non subsidi hanya untuk angkutan umum dan motor.&quot;Pengawasan juga perlu, penegakan hukum juga perlu,&quot; tandas dia. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Ekonomi Nasional (KEN) lebih memilih mengurangi subsidi BBM dibandingkan dengan menaikkan harga BBM. Hal ini karena sebagian besar penikmat BBM subsidi adalah orang kaya.&quot;Itu subsidi diperlukan untuk orang tidak mampu tetapi orang kaya tidak boleh disubsidi. Oleh karenannya, BBM kita masih mensubsidi orang kaya. Konsumsi paling besar itu kan berasal dari orang-orang kaya pemakai mobil pribadi,&quot; ujar Ketua KEN Chairul Tanjung ditemui di Alumi ITS, Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (20/10/2012) Karena itu, CT menyebut, pemerintah seharusnya mengurangi subsidi BBM ketimbang menaikkan harga BBM subsidi. Dengan menaikkan harga BBM subsidi, otomatis, seluruh masyarakat yang masih layak menerima subsidi akan menerima getahnya.&quot;Orang yang mempunyai mobil pribadi tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Itu akan langsung melakukan perubahan yang sangat luar biasa,&quot; tambah dia.Karena itu, CT menyarankan pemerintah langsung memberikan aturan yang jelas terkait penggunaan BBM subsidi yang tidak hanya diberlakukan untuk kendaraan pemerintah dan swasta tetapi juga semua kendaraan pribadi.&quot;Kalau (hanya) kendaraan dinas pemerintah, itu kan kecil sekali. Maukah rakyat berkorban untuk itu padahal mereka mampu, kan mampu beli mobil harusnya mampu beli bensin. Dimana-mana yang namanya mampu beli mobil, pasti mampu beli BBM. Itu intinya,&quot; jelas dia.Realisasinya di lapangan, CT menyarankan agar pemerintah tegas di seluruh SPBU bahwa BBM non subsidi hanya untuk angkutan umum dan motor.&quot;Pengawasan juga perlu, penegakan hukum juga perlu,&quot; tandas dia. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
