<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan TDL Lukai Pelaku Industri UMKM</title><description>Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta  mengatakan, rencana menaikkan TDL sebesar 15 persen akan melukai pelaku  industri UMKM, termasuk para konsumennya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/19/707983/kenaikan-tdl-lukai-pelaku-industri-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/19/707983/kenaikan-tdl-lukai-pelaku-industri-umkm"/><item><title>Kenaikan TDL Lukai Pelaku Industri UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/19/707983/kenaikan-tdl-lukai-pelaku-industri-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/19/707983/kenaikan-tdl-lukai-pelaku-industri-umkm</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2012 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/23/19/707983/2tcnue2P5Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Agung Manunggal/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/23/19/707983/2tcnue2P5Y.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Agung Manunggal/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, rencana menaikkan TDL sebesar 15 persen akan melukai pelaku industri UMKM, termasuk para konsumennya.&quot;Setelah kenaikan oleh para petinggi negara, negara kita ini boros. Apa negara kita pernah memikirkan kita? Saya kira ini harus dipertanyakan, ini beban kita semua,&quot; ujar Tutum, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).Tutum menambahkan, kenaikan TDL 15 persen justru akan semakin membebani masyarakat di kehidupan sehari-hari. Listrik merupakan aspek paling vital dalam rutinitas kehidupan manusia.&quot;Saya kira persoalan bukan dari kenaikan jumlahnya, tetapi biaya-biaya yang selama ini ditanggung masyarakat sudah cukup tinggi. Inilah kemudian terjadi inefisiensi,&quot; tukasnya.Penolakan terhadap kenaikan TDL ini turut didukung sejumlah pengusaha yang tergabung dalam sebuah wadah asosiasi, di antaranya Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, Waketum AAPBISugwantono Tanto, dan Sekjen APPBI Ellen Hidayat.Sebelumnya diberitakan, pemerintah menjamin rencana kenaikan TDL sebesar 15 persen tidak akan menyusahkan rakyat kecil. Ini karena ada pertimbangan agar rakyat kecil bisa menikmati listrik.Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini pernah mengatakan, pemerintah memiliki pertimbangan atas kenaikan TDL yang tidak akan diterapkan pada para pengguna daya yang sangat kecil yaitu tipe 450 dan 900 volt ampere (va) dan kenaikan hanya diberlakukan bagi yang di atas daya tersebut.&quot;Dari rencana subsidi kelistrikan sebesar Rp78,63 triliun terserap oleh kelompok ini. Sebesar Rp37 triliun sebanyak 39.180.000 pelanggan, kalau setiap pelanggan dipakai oleh sekira tiga orang, maka akan ada tidak kurang dari 100 juta penduduk Indonesia tidak terkena kenaikan TDL,&quot; kata Rudi, 12 September lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, rencana menaikkan TDL sebesar 15 persen akan melukai pelaku industri UMKM, termasuk para konsumennya.&quot;Setelah kenaikan oleh para petinggi negara, negara kita ini boros. Apa negara kita pernah memikirkan kita? Saya kira ini harus dipertanyakan, ini beban kita semua,&quot; ujar Tutum, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).Tutum menambahkan, kenaikan TDL 15 persen justru akan semakin membebani masyarakat di kehidupan sehari-hari. Listrik merupakan aspek paling vital dalam rutinitas kehidupan manusia.&quot;Saya kira persoalan bukan dari kenaikan jumlahnya, tetapi biaya-biaya yang selama ini ditanggung masyarakat sudah cukup tinggi. Inilah kemudian terjadi inefisiensi,&quot; tukasnya.Penolakan terhadap kenaikan TDL ini turut didukung sejumlah pengusaha yang tergabung dalam sebuah wadah asosiasi, di antaranya Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, Waketum AAPBISugwantono Tanto, dan Sekjen APPBI Ellen Hidayat.Sebelumnya diberitakan, pemerintah menjamin rencana kenaikan TDL sebesar 15 persen tidak akan menyusahkan rakyat kecil. Ini karena ada pertimbangan agar rakyat kecil bisa menikmati listrik.Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini pernah mengatakan, pemerintah memiliki pertimbangan atas kenaikan TDL yang tidak akan diterapkan pada para pengguna daya yang sangat kecil yaitu tipe 450 dan 900 volt ampere (va) dan kenaikan hanya diberlakukan bagi yang di atas daya tersebut.&quot;Dari rencana subsidi kelistrikan sebesar Rp78,63 triliun terserap oleh kelompok ini. Sebesar Rp37 triliun sebanyak 39.180.000 pelanggan, kalau setiap pelanggan dipakai oleh sekira tiga orang, maka akan ada tidak kurang dari 100 juta penduduk Indonesia tidak terkena kenaikan TDL,&quot; kata Rudi, 12 September lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
