<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tak Tahu Kertas RI Diembargo Walt Disney</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku belum tahu bahwa Walt Disney  Company sudah enggan menggunakan kertas asal Indonesia. Walt Disney  enggan memakai produk kertas asal Indonesia terkait isu lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/320/707973/pemerintah-tak-tahu-kertas-ri-diembargo-walt-disney</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/320/707973/pemerintah-tak-tahu-kertas-ri-diembargo-walt-disney"/><item><title>Pemerintah Tak Tahu Kertas RI Diembargo Walt Disney</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/320/707973/pemerintah-tak-tahu-kertas-ri-diembargo-walt-disney</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/23/320/707973/pemerintah-tak-tahu-kertas-ri-diembargo-walt-disney</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2012 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/23/320/707973/PXJQrTJLlr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/23/320/707973/PXJQrTJLlr.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku belum tahu bahwa Walt Disney Company sudah enggan menggunakan kertas asal Indonesia. Walt Disney enggan memakai produk kertas asal Indonesia terkait isu lingkungan.&quot;Belum, dengar saya,&quot; singkat Dirjen Pengembangan Ekspor Kemendag Gusmardi Bustami, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (23/10/2012).Ketika dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan hal ini, Gusmardi tidak membalas pesan singkat yang dikirim Okezone.Sebelumnya, perusahaan yang didirikan oleh Walter Elias Disney ini didesak aktivis lingkungan yang menginginkan Disney menggunakan sumber bahan baku lain dari buku &quot;The Jungle Book&quot; yang seharusnya tidak menghancurkan hutan.Dilansir dari Guardian, awalnya pemerhati lingkungan berkampanye mencegah kehancuran hutan tropis Indonesia yang ditujukan pada penerbit buku anak-anak terbesar di dunia, Walt Disney Company. Perusahaan ini diminta mengubah kebijakan membeli kertas dan memutuskan hubungan dengan dua produsen kertas di Asia yang paling kontroversial.Setelah dua tahun bernegosiasi secara intens dengan Rainforest Action Network (RAN), sebuah kelompok lingkungan yang berbasis di San Francisco, pihak Disney pun menyepakati dalam kebijakan barunya untuk melakukan segala sesuatu dalam menjaga hutan yang mengancam ekosistem mereka.&quot;Disney pun akhirnya sepakat memperbaharui kebijakan setelah makin &quot;derasnya&quot; gelombang demonstrasi bahwa tidak perlu mengorbankan hutan di Indonesia atau di mana pun untuk kertas yang kita gunakan setiap hari,&quot; tutur Direktur Eksekutif RAN Rebecca Tarbotton, dalam pernyataannya. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku belum tahu bahwa Walt Disney Company sudah enggan menggunakan kertas asal Indonesia. Walt Disney enggan memakai produk kertas asal Indonesia terkait isu lingkungan.&quot;Belum, dengar saya,&quot; singkat Dirjen Pengembangan Ekspor Kemendag Gusmardi Bustami, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (23/10/2012).Ketika dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan hal ini, Gusmardi tidak membalas pesan singkat yang dikirim Okezone.Sebelumnya, perusahaan yang didirikan oleh Walter Elias Disney ini didesak aktivis lingkungan yang menginginkan Disney menggunakan sumber bahan baku lain dari buku &quot;The Jungle Book&quot; yang seharusnya tidak menghancurkan hutan.Dilansir dari Guardian, awalnya pemerhati lingkungan berkampanye mencegah kehancuran hutan tropis Indonesia yang ditujukan pada penerbit buku anak-anak terbesar di dunia, Walt Disney Company. Perusahaan ini diminta mengubah kebijakan membeli kertas dan memutuskan hubungan dengan dua produsen kertas di Asia yang paling kontroversial.Setelah dua tahun bernegosiasi secara intens dengan Rainforest Action Network (RAN), sebuah kelompok lingkungan yang berbasis di San Francisco, pihak Disney pun menyepakati dalam kebijakan barunya untuk melakukan segala sesuatu dalam menjaga hutan yang mengancam ekosistem mereka.&quot;Disney pun akhirnya sepakat memperbaharui kebijakan setelah makin &quot;derasnya&quot; gelombang demonstrasi bahwa tidak perlu mengorbankan hutan di Indonesia atau di mana pun untuk kertas yang kita gunakan setiap hari,&quot; tutur Direktur Eksekutif RAN Rebecca Tarbotton, dalam pernyataannya. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
