<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harus Bangun Kilang, Pertamina Ogah Kembangkan Bisnis ke Malaysia</title><description>PT Pertamina (Persero) mengaku kesulitan mengembangkan bisnis hilir  migas ke negara tetangga, Malaysia. Hal ini karena di negeri Jiran  tersebut, Pertamina diwajibkan memiliki kilang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/31/19/711756/harus-bangun-kilang-pertamina-ogah-kembangkan-bisnis-ke-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/10/31/19/711756/harus-bangun-kilang-pertamina-ogah-kembangkan-bisnis-ke-malaysia"/><item><title>Harus Bangun Kilang, Pertamina Ogah Kembangkan Bisnis ke Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/10/31/19/711756/harus-bangun-kilang-pertamina-ogah-kembangkan-bisnis-ke-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/10/31/19/711756/harus-bangun-kilang-pertamina-ogah-kembangkan-bisnis-ke-malaysia</guid><pubDate>Rabu 31 Oktober 2012 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/31/19/711756/Yb9gV6LY8w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/31/19/711756/Yb9gV6LY8w.jpg</image><title>SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku kesulitan mengembangkan bisnis hilir migas ke negara tetangga, Malaysia. Hal ini karena di negeri Jiran tersebut, Pertamina diwajibkan memiliki kilang.&quot;Sudah dari 10 tahun yang lalu kita izin ke Malaysia untuk ikut bisnis migas ke sana. Tapi sampai sekarang belum bisa karena mereka minta kita bangun kilang,&quot; jelas Corporate Secretary Pertamina Nursatyo Nursatyo Argo, saat ditemui di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Rabu (31/10/2012).Padahal, jelas Ali, membangun kilang bukan perkara yang mudah. &quot;Butuh sekira Rp 90 triliun buat bangun satu kilang, jadi kita terkendala banyak prasyarat,&quot; tambahnya.Padahal, jelas Argo, BUMN pelat merah ini masih memiliki tugas lain. &quot;Kita masih harus distribusi BBM dari Sabang-Timur, kita juga harus menyiapkan pasokan BBM selama 22 hari,&quot; tandasnya. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku kesulitan mengembangkan bisnis hilir migas ke negara tetangga, Malaysia. Hal ini karena di negeri Jiran tersebut, Pertamina diwajibkan memiliki kilang.&quot;Sudah dari 10 tahun yang lalu kita izin ke Malaysia untuk ikut bisnis migas ke sana. Tapi sampai sekarang belum bisa karena mereka minta kita bangun kilang,&quot; jelas Corporate Secretary Pertamina Nursatyo Nursatyo Argo, saat ditemui di MNC Tower, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Rabu (31/10/2012).Padahal, jelas Ali, membangun kilang bukan perkara yang mudah. &quot;Butuh sekira Rp 90 triliun buat bangun satu kilang, jadi kita terkendala banyak prasyarat,&quot; tambahnya.Padahal, jelas Argo, BUMN pelat merah ini masih memiliki tugas lain. &quot;Kita masih harus distribusi BBM dari Sabang-Timur, kita juga harus menyiapkan pasokan BBM selama 22 hari,&quot; tandasnya. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
