<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawang Merah Dongkrak Inflasi Solo 0,32%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi kota Solo pada  Oktober 2012 mencapai 0,32 persen. Tingginya tingkat inflasi pada  Oktober 2012 disumbang oleh komoditas bawang merah dan cabai merah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/20/713816/bawang-merah-dongkrak-inflasi-solo-0-32</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/20/713816/bawang-merah-dongkrak-inflasi-solo-0-32"/><item><title>Bawang Merah Dongkrak Inflasi Solo 0,32%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/20/713816/bawang-merah-dongkrak-inflasi-solo-0-32</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/20/713816/bawang-merah-dongkrak-inflasi-solo-0-32</guid><pubDate>Senin 05 November 2012 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/05/20/713816/PyQoNYPg3d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/05/20/713816/PyQoNYPg3d.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Corbis)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi kota Solo pada Oktober 2012 mencapai 0,32 persen. Tingginya tingkat inflasi pada Oktober 2012 disumbang oleh komoditas bawang merah dan cabai merah.&quot;Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,055 persen dan cabai merah 0,042 persen,&quot; jelas Kepala BPS kota Solo Toto Desanto saat ditemui wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/11/2012).Komoditas bawang merah, kata Toto, menyumbang inflasi karena terjadi perubahan harga sebesar 8,8 persen. Sedangkan cabai merah, menyumbang inflasi karena adanya perubahan harga sebesar 19,15 persen.&quot;Berubahnya harga bisa jadi karena terjadi perubahan musim. Datangnya musim hujan, baik bawang merah dan cabai merah sudah tidak panen. Kiriman kedua komoditas itu masuk ke Solo juga otomatis berkurang,&quot; jelasnya.Selain bawang merah dan cabai merah, lanjutnya, komoditas jeruk, sawi hijau dan labu juga ikut menyumbang inflasi. Jeruk menyumbang 0,039 persen, sawi hijau 0,034 persen, dan labu 0,032 persen.&quot;Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen,&quot; jelasnya.Inflasi tinggi juga terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 5,19 persen. Namun deflasi juga terjadi pada subkelompok lemak dan minyak sebesar 2,95 persen. (gna)</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa inflasi kota Solo pada Oktober 2012 mencapai 0,32 persen. Tingginya tingkat inflasi pada Oktober 2012 disumbang oleh komoditas bawang merah dan cabai merah.&quot;Bawang merah memberi andil inflasi sebesar 0,055 persen dan cabai merah 0,042 persen,&quot; jelas Kepala BPS kota Solo Toto Desanto saat ditemui wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/11/2012).Komoditas bawang merah, kata Toto, menyumbang inflasi karena terjadi perubahan harga sebesar 8,8 persen. Sedangkan cabai merah, menyumbang inflasi karena adanya perubahan harga sebesar 19,15 persen.&quot;Berubahnya harga bisa jadi karena terjadi perubahan musim. Datangnya musim hujan, baik bawang merah dan cabai merah sudah tidak panen. Kiriman kedua komoditas itu masuk ke Solo juga otomatis berkurang,&quot; jelasnya.Selain bawang merah dan cabai merah, lanjutnya, komoditas jeruk, sawi hijau dan labu juga ikut menyumbang inflasi. Jeruk menyumbang 0,039 persen, sawi hijau 0,034 persen, dan labu 0,032 persen.&quot;Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen,&quot; jelasnya.Inflasi tinggi juga terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 5,19 persen. Namun deflasi juga terjadi pada subkelompok lemak dan minyak sebesar 2,95 persen. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
