<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sofyan Djalil: Tidak Ada Orang seperti Dahlan</title><description>Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengaku  selama ini banyak perusahaan-perusahaan pelat merah yang menjadi sapi  perah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/320/713872/sofyan-djalil-tidak-ada-orang-seperti-dahlan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/320/713872/sofyan-djalil-tidak-ada-orang-seperti-dahlan"/><item><title>Sofyan Djalil: Tidak Ada Orang seperti Dahlan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/320/713872/sofyan-djalil-tidak-ada-orang-seperti-dahlan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/05/320/713872/sofyan-djalil-tidak-ada-orang-seperti-dahlan</guid><pubDate>Senin 05 November 2012 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/05/320/713872/hAtZyO4u1k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/05/320/713872/hAtZyO4u1k.jpg</image><title>Menteri BUMN Dahlan Iskan. (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengaku selama ini banyak perusahaan-perusahaan pelat merah yang menjadi sapi perah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Menurut Sofyan, perusahaan-perusahaan BUMN punya tradisi memberi upeti kepada anggota Dewan demi mendapatkan proyek.&quot;Itu cerita lama. Cuma selama ini tidak ada orang seperti Dahlan (Menteri BUMN sekarang) yang membongkar semuanya,&quot; kata Sofyan Djalil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk menjadi saksi dugaan korupsi pengadaan dua pesawat Boeing yang menjerat Hotasi Nababan, di Jakarta Selatan, Senin (5/11/2012).Namun, selama menjabat sebagai Menteri BUMN, Sofyan Djalil mengklaim tidak pernah melakukan praktik kotor tersebut. &quot;Saya sendiri waktu masih menjabat tidak pernah. Tapi kalau ada anak buah saya yang melakukan, saya tidak tahu,&quot; tukasnya.Mantan Menteri Komukasi dan Informasi itu juga mengklaim tidak pernah mendapat laporan ada anak buahnya yang memberi upeti. &quot;Laporan anak buah soal upeti tidak ada. Karena orientasi saya adalah kinerja. Karena tugas utama BUMN adalah mendulang keuntungan,&quot; papar Soyfan.Sofyan menilai, tradisi upeti perusahaan-perusahaan BUMN terjadi karena lingkungan kerja yang dinilainya brengsek. &quot;Ini kan lingkungan yang buruk sekali. Melakukan itu (memberi upeti) karena lingkungan yang brengsek. Tapi, apakah mereka melakukan, saya tidak tahu,&quot; kata Sofyan.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengaku selama ini banyak perusahaan-perusahaan pelat merah yang menjadi sapi perah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Menurut Sofyan, perusahaan-perusahaan BUMN punya tradisi memberi upeti kepada anggota Dewan demi mendapatkan proyek.&quot;Itu cerita lama. Cuma selama ini tidak ada orang seperti Dahlan (Menteri BUMN sekarang) yang membongkar semuanya,&quot; kata Sofyan Djalil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk menjadi saksi dugaan korupsi pengadaan dua pesawat Boeing yang menjerat Hotasi Nababan, di Jakarta Selatan, Senin (5/11/2012).Namun, selama menjabat sebagai Menteri BUMN, Sofyan Djalil mengklaim tidak pernah melakukan praktik kotor tersebut. &quot;Saya sendiri waktu masih menjabat tidak pernah. Tapi kalau ada anak buah saya yang melakukan, saya tidak tahu,&quot; tukasnya.Mantan Menteri Komukasi dan Informasi itu juga mengklaim tidak pernah mendapat laporan ada anak buahnya yang memberi upeti. &quot;Laporan anak buah soal upeti tidak ada. Karena orientasi saya adalah kinerja. Karena tugas utama BUMN adalah mendulang keuntungan,&quot; papar Soyfan.Sofyan menilai, tradisi upeti perusahaan-perusahaan BUMN terjadi karena lingkungan kerja yang dinilainya brengsek. &quot;Ini kan lingkungan yang buruk sekali. Melakukan itu (memberi upeti) karena lingkungan yang brengsek. Tapi, apakah mereka melakukan, saya tidak tahu,&quot; kata Sofyan.</content:encoded></item></channel></rss>
