<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boediono: RI Bagai Negara &quot;Hangat&quot;</title><description>Indonesia merupakan negara yang hangat untuk berinvestasi di tengah cuaca dingin yang melanda perekonomian dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/06/20/714370/boediono-ri-bagai-negara-hangat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/06/20/714370/boediono-ri-bagai-negara-hangat"/><item><title>Boediono: RI Bagai Negara &quot;Hangat&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/06/20/714370/boediono-ri-bagai-negara-hangat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/06/20/714370/boediono-ri-bagai-negara-hangat</guid><pubDate>Selasa 06 November 2012 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/06/20/714370/12T9Tib7yC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Boediono (kanan). (Foto: wapresri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/06/20/714370/12T9Tib7yC.jpg</image><title>Wapres Boediono (kanan). (Foto: wapresri)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang hangat untuk berinvestasi di tengah cuaca dingin yang melanda perekonomian dunia.Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Presiden RI Boediono saat membuka acara &quot;Indonesia Investment Summit&quot;.Menurutnya, melemahnya perekonomian global khususnya di negara seperti Amerika Serikat dan Eropa, tidak diikuti Indonesia yang mampu menjaga pertumbuhan ekonominya sebesar enam persen. Selain tingkat pengangguran dan kemiskinan yang mengalami penurunan.&quot;Dalam masa sulit global Indonesia dapat menjaga stabilitas finansial dan ekonomi, selain itu utang luar negeri mampu diturunkan,&quot; ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).Boediono menambahkan, bahwa Indonesia memiliki keberagaman sumber daya alam dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pasar domestik tumbuh cepat berkat peningkatan masyarakat kelas menengah. &quot;Namun Indonesia bukan negara yang tanpa masalah yang perlu pemecahan segera, yaitu kurangnya infrastruktur. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir kita telah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,&quot; ungkapnya.Sejumlah keputusan penting telah diambil dalam pengembangan kapasitas pelabuhan, bandara, jalan, kereta api, listrik, fasilitas perkotaan, energi terbarukan, infrastruktur gas, dan seterusnya. &quot;Beberapa dari infrastruktur tersebut masih perlu dikerjakan dan diselesaikan segera. Dalam kaitan ini pemerintah mengundang investor untuk turut mengembangkan berbagai sektor infrastruktur tersebut,&quot; tutur Boediono.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang hangat untuk berinvestasi di tengah cuaca dingin yang melanda perekonomian dunia.Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Presiden RI Boediono saat membuka acara &quot;Indonesia Investment Summit&quot;.Menurutnya, melemahnya perekonomian global khususnya di negara seperti Amerika Serikat dan Eropa, tidak diikuti Indonesia yang mampu menjaga pertumbuhan ekonominya sebesar enam persen. Selain tingkat pengangguran dan kemiskinan yang mengalami penurunan.&quot;Dalam masa sulit global Indonesia dapat menjaga stabilitas finansial dan ekonomi, selain itu utang luar negeri mampu diturunkan,&quot; ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11/2012).Boediono menambahkan, bahwa Indonesia memiliki keberagaman sumber daya alam dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pasar domestik tumbuh cepat berkat peningkatan masyarakat kelas menengah. &quot;Namun Indonesia bukan negara yang tanpa masalah yang perlu pemecahan segera, yaitu kurangnya infrastruktur. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir kita telah bekerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,&quot; ungkapnya.Sejumlah keputusan penting telah diambil dalam pengembangan kapasitas pelabuhan, bandara, jalan, kereta api, listrik, fasilitas perkotaan, energi terbarukan, infrastruktur gas, dan seterusnya. &quot;Beberapa dari infrastruktur tersebut masih perlu dikerjakan dan diselesaikan segera. Dalam kaitan ini pemerintah mengundang investor untuk turut mengembangkan berbagai sektor infrastruktur tersebut,&quot; tutur Boediono.</content:encoded></item></channel></rss>
