<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembiayaan Utang Sejumlah Proyek Rawan Korupsi Dibatakan</title><description>Bappenas diminta agar menilai kembali proyek yang akan dibiayai  melalui  pinjaman luar negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/12/20/717297/pembiayaan-utang-sejumlah-proyek-rawan-korupsi-dibatakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/12/20/717297/pembiayaan-utang-sejumlah-proyek-rawan-korupsi-dibatakan"/><item><title>Pembiayaan Utang Sejumlah Proyek Rawan Korupsi Dibatakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/12/20/717297/pembiayaan-utang-sejumlah-proyek-rawan-korupsi-dibatakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/12/20/717297/pembiayaan-utang-sejumlah-proyek-rawan-korupsi-dibatakan</guid><pubDate>Senin 12 November 2012 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/12/20/717297/ynF47qGzsZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/12/20/717297/ynF47qGzsZ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Indikasi praktik kongkalikong dan penggelembungan selain  terjadi pada oknum anggota DPR/DPRD, staf khusus menteri, kader partai, dan rekanan pengadaan barang atau  jasa, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS), juga masuk dalam sejumlah proyek pinjaman luar negeri.  Proyek ini, akan diajukan dalam daftar  blue book Bappenas.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengungkapkan,  telah meminta Bappenas agar menilai kembali ajuan proyek yang akan dibiayai  melalui pinjaman luar negeri. Menurut dia, pinjaman tersebut harus dibatasi dan  dihindari karena kemampuan anggaran, dan perkembangan ekonomi yang baik di dalam  negeri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Proyek-proyek tersebut diminati oleh BUMN, swasta dalam dan luar  negeri. Jadi tidak perlu dibiayai oleh APBN, tetapi bisa melalui investasi  public private investment atau investasi murni swasta,&amp;rdquo; kata dia dalam  keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/11/2012).
&amp;nbsp;
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Kabinet Nomor:  SE-591/Seskab/X/2012 tentang Pembatasan Pimjaman Luar Negeri yang Dapat  Membebani APBN/APBD, menurut Seskab, beberapa proyek yang tadinya masuk dalam  list Blue Book Bappenas sebagai proyek yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri  telah dilakukan revisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada yang dibatalkan usulan/proyek dan/atau memindahkan proyek yang  semula dengan pinjaman luar negeri dilakukan oleh Kementerian, kemudian menjadi  dilakukan sebagai investasi BUMN, serta dikurangi dengan jumlah pinjaman yang  diusulkan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Adapun proyek utang Luar Negeri yang digeser pembiayaannya yakni dua  proyek PT PLN, yakni Jati Gede Hydropower dengan nilai USD196,4 juta, dan Jalur  transmisi 500KV Jateng-Jabar dengan nilai USD442,3 juta.
&amp;nbsp;
Selain itu, terdapat lima proyek jalan tol yakni tol  Bakauheni&amp;ndash;Terbanggi Besar sebesar USD790 juta, tol Indralaya-Palembang sebesar  USD75 juta, tol Kualanamu&amp;ndash;Tebing Tinggi senilai USD60 juta, tol Medan-Binjai  senilai USD66 juta, dan tol Pekanbaru&amp;ndash;Kandis-Dumai senilai USD670  juta.
&amp;nbsp;
Sedangkan proyek dari Kementerian PU yakni pengadaan delapan unit  navigasi kapal senilai USD99,7 juta, pengembangan pelabuhan baru Cilamaya senilai USD360 juta, dan Pembangunan Daerah  Tertinggal tahap I senilai USD80 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Indikasi praktik kongkalikong dan penggelembungan selain  terjadi pada oknum anggota DPR/DPRD, staf khusus menteri, kader partai, dan rekanan pengadaan barang atau  jasa, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS), juga masuk dalam sejumlah proyek pinjaman luar negeri.  Proyek ini, akan diajukan dalam daftar  blue book Bappenas.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengungkapkan,  telah meminta Bappenas agar menilai kembali ajuan proyek yang akan dibiayai  melalui pinjaman luar negeri. Menurut dia, pinjaman tersebut harus dibatasi dan  dihindari karena kemampuan anggaran, dan perkembangan ekonomi yang baik di dalam  negeri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Proyek-proyek tersebut diminati oleh BUMN, swasta dalam dan luar  negeri. Jadi tidak perlu dibiayai oleh APBN, tetapi bisa melalui investasi  public private investment atau investasi murni swasta,&amp;rdquo; kata dia dalam  keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (12/11/2012).
&amp;nbsp;
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Kabinet Nomor:  SE-591/Seskab/X/2012 tentang Pembatasan Pimjaman Luar Negeri yang Dapat  Membebani APBN/APBD, menurut Seskab, beberapa proyek yang tadinya masuk dalam  list Blue Book Bappenas sebagai proyek yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri  telah dilakukan revisi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada yang dibatalkan usulan/proyek dan/atau memindahkan proyek yang  semula dengan pinjaman luar negeri dilakukan oleh Kementerian, kemudian menjadi  dilakukan sebagai investasi BUMN, serta dikurangi dengan jumlah pinjaman yang  diusulkan,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Adapun proyek utang Luar Negeri yang digeser pembiayaannya yakni dua  proyek PT PLN, yakni Jati Gede Hydropower dengan nilai USD196,4 juta, dan Jalur  transmisi 500KV Jateng-Jabar dengan nilai USD442,3 juta.
&amp;nbsp;
Selain itu, terdapat lima proyek jalan tol yakni tol  Bakauheni&amp;ndash;Terbanggi Besar sebesar USD790 juta, tol Indralaya-Palembang sebesar  USD75 juta, tol Kualanamu&amp;ndash;Tebing Tinggi senilai USD60 juta, tol Medan-Binjai  senilai USD66 juta, dan tol Pekanbaru&amp;ndash;Kandis-Dumai senilai USD670  juta.
&amp;nbsp;
Sedangkan proyek dari Kementerian PU yakni pengadaan delapan unit  navigasi kapal senilai USD99,7 juta, pengembangan pelabuhan baru Cilamaya senilai USD360 juta, dan Pembangunan Daerah  Tertinggal tahap I senilai USD80 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
