<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bunga Pinjaman Pusri Dipatok 7,3%</title><description>Adapun plafon kredit yang diberikan oleh ketujuh  bank ini mencapai  Rp7,4 triliun dengan bunga 7,3 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/14/320/718290/bunga-pinjaman-pusri-dipatok-7-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/14/320/718290/bunga-pinjaman-pusri-dipatok-7-3"/><item><title>Bunga Pinjaman Pusri Dipatok 7,3%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/14/320/718290/bunga-pinjaman-pusri-dipatok-7-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/14/320/718290/bunga-pinjaman-pusri-dipatok-7-3</guid><pubDate>Rabu 14 November 2012 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/14/320/718290/2i0m6N1jPg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/14/320/718290/2i0m6N1jPg.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengadakan perjanjian dengan  tujuh bank sebagai kreditur. Adapun plafon kredit yang diberikan oleh ketujuh  bank ini mencapai Rp7,4 triliun dengan bunga 7,3 persen.
&amp;nbsp;
Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Musthofa, menuturkan  bunga delapan persen pada tahun kedua tersebut mengikuti ketentuan Jakarta  Interbank Offered Rate (JIBOR). &quot;Sekarang kalau dikonversikan 7,3 persen nett, kompetitif lah,&quot; kata  Musthofa di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
&amp;nbsp;
Diberitakan sebelumnya, bank yang ditunjuk sebagai kreditur di antaranya BCA, BNI, BRI, Mandiri, BJB, Bank Sumsel Babel, dan Bank UOB  Indonesia. Pinjaman ini, memiliki tenor 10 tahun &quot;Fasilitas pinjaman kredit  jangka panjang akan digunakan untuk pembangunan proyek,&quot; kata  dia.
&amp;nbsp;
Musthofa menambahkan, proyek yang akan di agendakan diantaranya,  pembangunan pabrik Pusri II-B untuk menggantikan pabrik Pusri II yang sudah  berumur 38 tahun, serta pembangunan steam turbine generator dan boiler batu bara  untuk mendukung utilitas(steam dan listrik) dari pabrik Pusri  II-B.
&amp;nbsp;
Selain itu Pusri juga berencana membeli kapal self propelled urea  barge untuk secara bertahap, untuk menggantikan kapal-kapal Pusri yang sudah  ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisensi, daya saing dan kesinambungan  usaha dan sesuai dengan instruksi presiden nomor 2 tahun 2010 tentang  revitalisasi pabrik pupuk.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengadakan perjanjian dengan  tujuh bank sebagai kreditur. Adapun plafon kredit yang diberikan oleh ketujuh  bank ini mencapai Rp7,4 triliun dengan bunga 7,3 persen.
&amp;nbsp;
Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Musthofa, menuturkan  bunga delapan persen pada tahun kedua tersebut mengikuti ketentuan Jakarta  Interbank Offered Rate (JIBOR). &quot;Sekarang kalau dikonversikan 7,3 persen nett, kompetitif lah,&quot; kata  Musthofa di Hotel Crown, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
&amp;nbsp;
Diberitakan sebelumnya, bank yang ditunjuk sebagai kreditur di antaranya BCA, BNI, BRI, Mandiri, BJB, Bank Sumsel Babel, dan Bank UOB  Indonesia. Pinjaman ini, memiliki tenor 10 tahun &quot;Fasilitas pinjaman kredit  jangka panjang akan digunakan untuk pembangunan proyek,&quot; kata  dia.
&amp;nbsp;
Musthofa menambahkan, proyek yang akan di agendakan diantaranya,  pembangunan pabrik Pusri II-B untuk menggantikan pabrik Pusri II yang sudah  berumur 38 tahun, serta pembangunan steam turbine generator dan boiler batu bara  untuk mendukung utilitas(steam dan listrik) dari pabrik Pusri  II-B.
&amp;nbsp;
Selain itu Pusri juga berencana membeli kapal self propelled urea  barge untuk secara bertahap, untuk menggantikan kapal-kapal Pusri yang sudah  ada. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisensi, daya saing dan kesinambungan  usaha dan sesuai dengan instruksi presiden nomor 2 tahun 2010 tentang  revitalisasi pabrik pupuk.</content:encoded></item></channel></rss>
