<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hatta: Yang Penting Inalum Dinasionalkan</title><description>DPR menolak pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium  (Inalum) oleh  Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Kontrak Inalum, akan berakhir  pada  2013 mendatang.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/19/718806/hatta-yang-penting-inalum-dinasionalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/19/718806/hatta-yang-penting-inalum-dinasionalkan"/><item><title>Hatta: Yang Penting Inalum Dinasionalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/19/718806/hatta-yang-penting-inalum-dinasionalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/19/718806/hatta-yang-penting-inalum-dinasionalkan</guid><pubDate>Kamis 15 November 2012 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/15/19/718806/wUXhCFi0oe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo PT Inalum. (Foto: Situs Inalum)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/15/19/718806/wUXhCFi0oe.jpg</image><title>Logo PT Inalum. (Foto: Situs Inalum)</title></images><description>JAKARTA - DPR menolak pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium  (Inalum) oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Kontrak Inalum, akan berakhir  pada 2013 mendatang.
&amp;nbsp;
Menurut Menteri Koordiator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa tidak  penting siapa yang nantinya akan mengelola Inalum. Menurutnya, yang lebih  penting adalah pada 2013 nanti Inalum sepenuhnya kembali ke stakeholder  Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau sudah untuk kita sendiri kita bisa gampang memilihnya bisa  Antam, bisa BUMN, baru bisa macam-macam,&quot; kata Hatta di TMII, Jakarta, Kamis  (15/11/2012).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, nantinya yang akan menjalankan Inalum tersebut  memang harus dari BUMN. Hal ini dikarenakan ada kewajiban untuk membayar sisa  aset sekira USD500-USD700 juta. &quot;Ini pembiayaannya bisa dari PIP bisa langsung  BUMN, Opsi itu terbuka saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sekadar informasi, dalam rapat tim perumus (Timus), draf RUU APBN tahun anggaran 2013 antara Badan Anggaran  (Banggar) dengan pemerintah, Banggar tidak menyetujui usulan pemerintah agar  pembelian dan pengelolaan aset Inalum dilakukan langsung oleh  PIP.
&amp;nbsp;
Banggar berharap pihak yang ditunjuk untuk membeli serta mengelola  Inalum harus dibicarakan kembali di Komisi VI dan XI bersama mitra kerja terkait  mereka guna membahas persoalan korporasinya serta dengan Komisi VII dalam soal  teknisnya.
&amp;nbsp;
Kendati tidak menyepakati siapa yang akan ditunjuk untuk membeli  Inalum, tetapi Banggar satu suara bahwa Inalum harus dibeli melalui dana APBN.  Guna merealisasikan pembelian Inalum, pemerintah melalui PIP telah menyediakan  anggaran sebesar Rp2 triliun pada APBN 2012 serta rencananya sebesar Rp5 triliun  pada tahun anggaran 2013.</description><content:encoded>JAKARTA - DPR menolak pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium  (Inalum) oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Kontrak Inalum, akan berakhir  pada 2013 mendatang.
&amp;nbsp;
Menurut Menteri Koordiator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa tidak  penting siapa yang nantinya akan mengelola Inalum. Menurutnya, yang lebih  penting adalah pada 2013 nanti Inalum sepenuhnya kembali ke stakeholder  Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau sudah untuk kita sendiri kita bisa gampang memilihnya bisa  Antam, bisa BUMN, baru bisa macam-macam,&quot; kata Hatta di TMII, Jakarta, Kamis  (15/11/2012).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, nantinya yang akan menjalankan Inalum tersebut  memang harus dari BUMN. Hal ini dikarenakan ada kewajiban untuk membayar sisa  aset sekira USD500-USD700 juta. &quot;Ini pembiayaannya bisa dari PIP bisa langsung  BUMN, Opsi itu terbuka saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sekadar informasi, dalam rapat tim perumus (Timus), draf RUU APBN tahun anggaran 2013 antara Badan Anggaran  (Banggar) dengan pemerintah, Banggar tidak menyetujui usulan pemerintah agar  pembelian dan pengelolaan aset Inalum dilakukan langsung oleh  PIP.
&amp;nbsp;
Banggar berharap pihak yang ditunjuk untuk membeli serta mengelola  Inalum harus dibicarakan kembali di Komisi VI dan XI bersama mitra kerja terkait  mereka guna membahas persoalan korporasinya serta dengan Komisi VII dalam soal  teknisnya.
&amp;nbsp;
Kendati tidak menyepakati siapa yang akan ditunjuk untuk membeli  Inalum, tetapi Banggar satu suara bahwa Inalum harus dibeli melalui dana APBN.  Guna merealisasikan pembelian Inalum, pemerintah melalui PIP telah menyediakan  anggaran sebesar Rp2 triliun pada APBN 2012 serta rencananya sebesar Rp5 triliun  pada tahun anggaran 2013.</content:encoded></item></channel></rss>
