<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Singapura &quot;Belanja&quot; Rp1,5 T di Indonesia</title><description>Kadin Indonesia mengklaim telah ada 58 perusahaan (buyer) asal Singapura yang telah bertransaksi dengan pihak Indonesia pasca   penyelenggaraan Trade Expo Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/320/718768/investor-singapura-belanja-rp1-5-t-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/320/718768/investor-singapura-belanja-rp1-5-t-di-indonesia"/><item><title>Investor Singapura &quot;Belanja&quot; Rp1,5 T di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/320/718768/investor-singapura-belanja-rp1-5-t-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/15/320/718768/investor-singapura-belanja-rp1-5-t-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 15 November 2012 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iwan Supriyatna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/15/320/718768/6EZ5vyMnCa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/15/320/718768/6EZ5vyMnCa.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Kadin Indonesia mengklaim telah ada 58 perusahaan (buyer) asal Singapura yang telah bertransaksi dengan pihak Indonesia pasca  penyelenggaraan Trade Expo Indonesia bulan lalu. Beberapa perusahaan pun telah  menyatakan niatnya untuk berinvestasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nilai transaksi dari para buyer Singapura mencapai Rp1,5 triliun. Kami  harapkan nilai akan terus meningkat karena sebenarnya mereka sangat antusias  untuk berbisnis dengan pihak Indonesia,&amp;rdquo; ujar Ketua Kadin Komite Singapura Iwan  Dermawan Hanafi melalui laporan tertulisnya, kepada Okezone,  Kamis(15/11/2012).
&amp;nbsp;
Selain berinvestasi, perusahaan-perusahan Singapura mencari  supplier dari Indonesia. Banyak dari mereka mencari beberapa komoditas  seperti nut oil, buah-buahan, sayuran, teh, kelapa, gula dan produk olahan  makanan dan minuman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selain komoditas itu, beberapa dari mereka tertarik pada bijih besi dan  berniat membangun smelternya, serta tertarik pada supplier Internet  Mobile Content yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;nbsp;
Iwan menuturkan, kesempatan untuk berbisnis terbuka lebar bagi pihak  asing untuk melakukan transaksi dengan pihak Indonesia. Menurutnya, kegiatan  promosi bisnis harus bisa tersosialisasi dengan baik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami dukung pemerintah untuk meningkatkan perdagangan dengan pihak  luar. Konsep yang dilakukan selama ini melalui B to B (business to business) contact sangat membantu kedua belah pihak untuk melakukan bisnis,&amp;rdquo;  tambahnya.
&amp;nbsp;
Ke depan, koordinasi antara Kadin, Kementerian, BKPM dan keduataan besar  harus bisa lebih dioptimalkan. Menurutnya, semua pihak harus bersinergi dan  bekerjasama karena memiliki kapasitas yang penting dalam mendukung perdagangan  dan invetsasi untuk Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Pelaku usaha perlu kemudahan-kemudahan sehingga hambatan-hambatan  yang ada selama ini semestinya harus sudah bisa diminimalisir baik itu untuk  praktik perdagangannya maupun akses untuk melakukan investasi di Indonesia,&amp;rdquo;  tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kadin Indonesia mengklaim telah ada 58 perusahaan (buyer) asal Singapura yang telah bertransaksi dengan pihak Indonesia pasca  penyelenggaraan Trade Expo Indonesia bulan lalu. Beberapa perusahaan pun telah  menyatakan niatnya untuk berinvestasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Nilai transaksi dari para buyer Singapura mencapai Rp1,5 triliun. Kami  harapkan nilai akan terus meningkat karena sebenarnya mereka sangat antusias  untuk berbisnis dengan pihak Indonesia,&amp;rdquo; ujar Ketua Kadin Komite Singapura Iwan  Dermawan Hanafi melalui laporan tertulisnya, kepada Okezone,  Kamis(15/11/2012).
&amp;nbsp;
Selain berinvestasi, perusahaan-perusahan Singapura mencari  supplier dari Indonesia. Banyak dari mereka mencari beberapa komoditas  seperti nut oil, buah-buahan, sayuran, teh, kelapa, gula dan produk olahan  makanan dan minuman.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selain komoditas itu, beberapa dari mereka tertarik pada bijih besi dan  berniat membangun smelternya, serta tertarik pada supplier Internet  Mobile Content yang ada di Indonesia,&amp;rdquo; jelas dia.
&amp;nbsp;
Iwan menuturkan, kesempatan untuk berbisnis terbuka lebar bagi pihak  asing untuk melakukan transaksi dengan pihak Indonesia. Menurutnya, kegiatan  promosi bisnis harus bisa tersosialisasi dengan baik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami dukung pemerintah untuk meningkatkan perdagangan dengan pihak  luar. Konsep yang dilakukan selama ini melalui B to B (business to business) contact sangat membantu kedua belah pihak untuk melakukan bisnis,&amp;rdquo;  tambahnya.
&amp;nbsp;
Ke depan, koordinasi antara Kadin, Kementerian, BKPM dan keduataan besar  harus bisa lebih dioptimalkan. Menurutnya, semua pihak harus bersinergi dan  bekerjasama karena memiliki kapasitas yang penting dalam mendukung perdagangan  dan invetsasi untuk Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Pelaku usaha perlu kemudahan-kemudahan sehingga hambatan-hambatan  yang ada selama ini semestinya harus sudah bisa diminimalisir baik itu untuk  praktik perdagangannya maupun akses untuk melakukan investasi di Indonesia,&amp;rdquo;  tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
