<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Sebut Pasokan BBM Subsidi 102% di Atas Normal</title><description>PT Pertamina (Persero) menyebut, saat ini pasokan BBM bersubsidi jenis  premium maupun solar dalam sepekan terakhir telah mencapai rata-rata 102  persen dari pasokan normal. Pasokan BBM pun telah normal setelah  pencabutan dicabut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/30/19/725578/pertamina-sebut-pasokan-bbm-subsidi-102-di-atas-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/11/30/19/725578/pertamina-sebut-pasokan-bbm-subsidi-102-di-atas-normal"/><item><title>Pertamina Sebut Pasokan BBM Subsidi 102% di Atas Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/11/30/19/725578/pertamina-sebut-pasokan-bbm-subsidi-102-di-atas-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/11/30/19/725578/pertamina-sebut-pasokan-bbm-subsidi-102-di-atas-normal</guid><pubDate>Jum'at 30 November 2012 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/30/19/725578/ZYyxlp94WL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/30/19/725578/ZYyxlp94WL.jpg</image><title>SPBU Pertamina (Foto: Heru Heryanto)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina (Persero) menyebut, saat ini pasokan BBM bersubsidi jenis premium maupun solar dalam sepekan terakhir telah mencapai rata-rata 102 persen dari pasokan normal. Pasokan BBM pun telah normal setelah pencabutan dicabut.VP Corporate Communications Pertamina Ali Mundakir menyebut, sejak kebijakan pemerintah untuk menjatah BBM bersubsidi dicabut sementara pada 25 November 2012, Pertamina telah melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi. Normalisasi pasokan tersebut memang memerlukan waktu tidak cukup sehari, apalagi di daerah-daerah luar Jawa yang minim infrastruktur atau di Jakarta yang kerap terkendala oleh kemacetan.&quot;Untuk normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat memang perlu waktu. Namun, secara umum pasokan BBM bersubsidi saat ini sudah normal kembali,&quot; ungkap Ali dalam siaran pers, Jumat (30/11/2012).Pertamina mengharapkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM di SPBU sudah di atas pasokan harian normal.&quot;Kami melihat adanya kecenderungan masyarakat membeli secara berlebih dan menimbulkan lonjakan permintaan seketika, salah satunya dipengaruhi oleh arus informasi yang begitu cepat ditangkap oleh masyarakat dan direspons dengan rush sehingga mengakibatkan stok BBM di SPBU cepat berkurang,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Pertamina (Persero) menyebut, saat ini pasokan BBM bersubsidi jenis premium maupun solar dalam sepekan terakhir telah mencapai rata-rata 102 persen dari pasokan normal. Pasokan BBM pun telah normal setelah pencabutan dicabut.VP Corporate Communications Pertamina Ali Mundakir menyebut, sejak kebijakan pemerintah untuk menjatah BBM bersubsidi dicabut sementara pada 25 November 2012, Pertamina telah melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi. Normalisasi pasokan tersebut memang memerlukan waktu tidak cukup sehari, apalagi di daerah-daerah luar Jawa yang minim infrastruktur atau di Jakarta yang kerap terkendala oleh kemacetan.&quot;Untuk normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat memang perlu waktu. Namun, secara umum pasokan BBM bersubsidi saat ini sudah normal kembali,&quot; ungkap Ali dalam siaran pers, Jumat (30/11/2012).Pertamina mengharapkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM di SPBU sudah di atas pasokan harian normal.&quot;Kami melihat adanya kecenderungan masyarakat membeli secara berlebih dan menimbulkan lonjakan permintaan seketika, salah satunya dipengaruhi oleh arus informasi yang begitu cepat ditangkap oleh masyarakat dan direspons dengan rush sehingga mengakibatkan stok BBM di SPBU cepat berkurang,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
